HiburanWisata & Kuliner

‘Banana Boat’, Kripik Pisang Berdomisili dari Pantai

biem.co – Berawal dari sering kali membeli cemilan kripik pisang adik kelas di masa sekolah, Hendrik Setiadi, owner ‘Banana Boat’ mulai bebisnis makanan ringan tersebut dengan potensi penjualan yang bagus. Hendrik yang merupakan pegawai perbankan di salah satu bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara, red) berbasis syariah ini mengaku sebelumnya berbisnis kue lebaran terlebih dahulu.

“Setelah lebaran, order kue lebaran menurun. Sehingga, fokus ke usaha keripik pisang Banana Boat,” ucapnya.

Awalnya, lanjut Hendrik, bernama pisang lumpur, salah satu produk kue lebaran.

“Setelah fokus, kita berpikir untuk punya brand paten untuk keripik pisang. Jadi, tercetuslah brand Banana Boat, karena kita berdomisili di pantai,” terangnya.

Ternyata, katanya, dalam menjalani usaha ini harus penuh dengan perencanaan dan pengembangan produk baik dari rasa, kemasan maupun logonya.

“Selain itu, sambil mencari pasar dan terus memproduksi produk yang sudah ada. Dan tetap terus berinovasi rasa baru,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam pemasaran ini melibatkan keluarga, teman-teman yang mendukung dan tentunya Kemenpora memberikan dana hibah.

“Manajemen resikonya adalah pemasaran kita dari reseller dan konsinyasi dengan toko besar. Jadi untuk menghindari kerugian, kita perbanyak reseller untuk menutupi biaya produksi yang masih tertahan pada produk yang masih di toko,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia mengaku bersyukur dalam pencapaiannya sudah memiliki pasar yang melebihi ekspektasi.

“Yang awalnya hanya untuk tetangga dan teman kantor, sekarang sudah tersebar di banyak reseller, swalayan dan koperasi. Selain itu, kita dapat dana hibah dari Kemenpora setelah mengirim proposal dan dinilai bahwa usaha kami profitable dan maka itu bisa lebih banyak berinovasi,” ungkapnya.

Ia berharap, proses kerjasama dengan Dinas Koperasi untuk dapat membantu sertifikasi halal MUI, PIRT.

“Setelah itu, ada rencana dari Dinas Koperasi untuk drop ke waralaba. Maka, kami sedang menghimpun dana untuk memenuhi stok di waralaba,” tutupnya. (Indra/ Dion)


Berita ini merupakan kiriman Indra Gugun Gunawan kepada biem.co.

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Related Articles

Berikan Komentar