KabarTerkini

Permahi UIN Banten Audiensi ke Lembaga Perlindungan Anak

KOTA SERANG, biem.co – Menindaklanjuti hasil pengawalan kasus korban pembunuhan dan pemerkosaan di Cikeusal, Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Banten melakukan audiensi ke kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten, (13/4).

Hal tersebut dilakukan guna membahas peran LPA dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan pada anak.

Rizky Ikhsan, Ketua Permahi Komisariat UIN Banten menuturkan, di sini kami dating untuk bersilaturahmi dan melakukan audiensi dengan mempertanyakan peran dan upaya LPA dalam mencegah dan menanggulangi kasus-kasus kekerasan pada anak.

Kedatangan 14 anggota Permahi disambut baik oleh seluruh jajaran LPA Provinsi Banten.

Hasil dari audiensi tersebut diketahui, selain menggalakkan sosialisasi di berbagai wilayah kab/kota dan pelosok desa se-Banten, LPA juga gencar melakukan advokasi.

Uut Lutfhi, Ketua LPA Provinsi Banten mengungkapkan bahwa dalam upaya pencegahan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah di berbagai wilayah, baik secara mandiri maupun bermitra.

“Sejauh ini, kami sudah menjangkau daerah Serang, Lebak, Pandeglang, Cilegon, dan Tangerang,” terang Uut Lutfi, di sela audiensi.

Selain itu, juga melakukan advokasi kelas guna mendorong pemerintah untuk membangun fasilitas atau membuat kebijakan-kebijakan yang berorientasi terhadap perlindungan anak.

“Kami melakukan audiensi ke dinas-dinas atau instansi terkait,” ujarnya.

Menurut Uut, sosialisasi demi upaya pencegahan itu sangat penting digalakkan. Hal ini pula merupakan tugas mahasiswa sebagai salah satu bagian dari masyarakat.

“Mahasiswa sepatutnya menjadi aset dan berada di garda terdepan, karena salah satu kewajibannya adalah pengabdian,” seru Uut.

Lebih dari itu, LPA juga berperan dalam menanggulangi kasus-kasus yang terjadi pada anak.

Nuriyah, Kepala Bidang Pengaduan dan Bantuan Hukum LPA menjelaskan, ketika mereka (red: korban) datang ke LPA dengan senang hati kami terima, akan diberikan pendampingan sampai kasusnya selesai.

Usai audiensi, Permahi Komisariat UIN Banten berharap dapat bekerjasama dalam program-program LPA selanjutnya. (Juanda)

Editor : Andri Firmansyah

Related Articles

Berikan Komentar