KabarTerkini

Penemuan Fosil Tulang Jari Jadi Bukti Nyata Migrasinya Manusia Purba

biem.co — Beberapa tahun terakhir, Antropolog telah menemukan fosil kuno, seperti halnya penemuan 47 gigi manusia di sebuah gua di Cina Selatan yang diperkirakan berusia 80.000 tahun dan juga relik berusia 65.000 tahun dari Australia. Menurut para peneliti, penemuan-penemuan tersebut menjadi bukti lebih lanjut bahwa manusia purba telah menyebar ke luar Afrika jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Tak sampai di situ, nyatanya baru-baru ini, Arkeolog kembali mengumumkan penemuan tulang jari manusia yang membatu di padang pasir Arab Saudi. Seperti yang dilansir dari New York Times, para peneliti menyebut fosil tersebut berusia 85.000 tahun.

Sehingga, pihaknya mengatakan bahwa temuan ini menjadi fosil Homo Sapiens paling awal yang ditemukan di Semenanjung Arab—yang juga menjadi spesimen tertua di luar Afrika. “Ini menunjukkan semakin jelas bahwa manusia tersebar jauh dari Afrika dan Levant sebelum 60.000 tahun lalu,” ungkap Robyn Inglis, Arkeolog di Universitas York Inggris.

Diketahui, bahwa sebelumnya para peneliti pernah membuat gagasan tentang perjalanan migrasi Homo Sapiens ke luar dari Afrika. Sayangnya, para Arkeolog dan Paleontropolog menentang gagasan tersebut. Mereka mengatakan bahwa perjalanan itu cukup jauh lebih rumit—dan mungkin dipenuhi dengan berbagai rute—sehingga mustahil dilakukan.

Oleh karena itu, Michael Petraglia, seorang Arkeolog dari Institut Max Plank di Jerman, mengaku penemuan fosil tulang jari tersebut seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Sebab menurutnya, hal itu mampu mendukung argumen yang timnya buat selama lebih dari 10 tahun.

“Temuan ini, bersama dengan temuan lain dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa manusia modern awal—Homo Sapiens—bergerak ke luar dari Afrika beberapa kali selama 100.000 tahun terakhir, bahkan lebih,” ujarnya, seperti yang dikutip dari New York Times. (HH)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar