KabarTerkini

LPI Zona Banten Resmi Dibuka, Hamidi: Ini adalah Gairah dan Harapan Baru untuk Masa Depan Anak-anak Provinsi Banten

SERANG, biem.co – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, H. Al Hamidi membuka langsung Pelaksanaan Liga Pekerja Indonesia (LPI) zona Banten, yang dilaksanakan di Lapangan Arhanud Rudal 003, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Pada kesempatan ini juga dihadiri oleh para undangan yang berasal dari Dispora Provinsi Banten, KONI Banten, Asosiasi Provinsi, PSSI Banten, dan tokoh sepakbola Banten serta instansi lain yang terkait dengan liga pekerja tersebut.

“Hadirnya LPI di Banten disambut baik oleh semua pelaku sepakbola, khususnya perusahaan-perusahaan swasta dan pemerintah yang memang sudah mempunyai tim sepakbola dan sudah sering mengikuti turnamen antar perusahaan sebelumnya,” ujar Hamidi, Sabtu (10/3) lalu.

Dengan keterbatasan persiapan, sosialisasi dan koordinasi dengan pihak terkait, tim peserta yang menyatakan siap berpartisipasi adalah 7 (tujuh) tim dari 16 (enam belas) kuota yang diharapkan di setiap zona provinsi.

“Banyak perusahaan yang berminat ikut berpartisipasi dalam event besar ini, tetapi sebagian dari mereka terkendala waktu kerja dan kesiapan tim. Mudah-mudahan di tahun berikutnya, para perusahaan tersebut sudah menyiapkan tim dari sekarang, sehingga LPI 2019 zona Provinsi Banten bisa lebih banyak pesertanya dan pada akhirnya membesarkan LPI itu sendiri,” jelas Hamidi.

Hamidi juga berharap, dengan adanya LPI 2018 ini, bisa menjembatani para pemain sepakbola junior untuk meraih masa depannya.

“Ini adalah gairah dan harapan baru untuk masa depan anak-anak Provinsi Banten dan anak Indonesia seluruhnya, bahwa hal ini akan memupus image ‘masa depan pemain sepakbola tidak jelas’ yang selama ini menjadi hambatan masa depan pemain junior. Hadirnya LPI 2018 Provinsi Banten memberikan jawaban nyata bahwa menjadi pemain sepakbola itu menjanjikan untuk masa depannya, tentunya mengikuti aturan regulasi yang harus dijalankan,” tandas Hamidi.

Peserta LPI itu sendiri adalah tim sepakbola karyawan/pekerja yang bernaung di perusahaan swasta, BUMN, BUMD yang ditetapkan Kemenaker dalam keikutsertaan dalam kompetisi. Tim perusahaan yang berpartisipasi di zona Banten adalah PT KMK Global Sport, PT Gajah Tunggal, PT R.P.L, PT PWI, PT Cingluh, PT Krakatau Posko, PT Panarub dan turut diramaikan oleh tim dari Disnakertrans Provinsi Banten.

Tim peserta dibagi menjadi 2 grup, yaitu grup A dan B. Grup A terdiri dari KMK Global Sport, Gajah Tunggal, RPL, dan PWI. Sedangkan Grup B diisi oleh kesebelasan PT Cingluh, Krakatau Posko, Panarub dan Disnakertrans. Pembukaan LPI 2018 zona Provinsi Banten ini diselenggarakan di lapangan Arhanud Rudal 003 Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Dalam LPI 2018 ini, sebagai operator teknis pelaksanaan kompetisi adalah konsultan teknis yang berbadan hukum yang diberikan kewenangan oleh Kemenaker untuk melakukan pengelolaan kompetisi LPI di provinsi Banten, bekerja sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.

Diketahui, liga sepakbola yang melibatkan tim sepakbola dari unsur pekerja dan pengusaha ini diikuti 544 tim dari seluruh Indonesia. Dalam tahap penyisihan, pertandingan akan digelar di 34 Provinsi dan Final Liga Pekerja akan menjadi salah satu puncak perayaan Hari Buruh (May Day) 2018.

Peresmian bergulirnya LPI ini ditandai kick off bersama oleh mantan Menakertrans, Muhaimin Iskandar sebagai inisiator LPI, Menaker, M Hanif Dhakiri, Menpora, Imam Nahrawi, dan Deputi IV KSP Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Eko Sulistyo di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu 17 Desember 2017 lalu.

Dalam sambutannya, mantan Menakertrans, Muhaimin Iskandar berharap LPI dapat menciptakan hubungan yang realistis, lebih manusiawi, terintegrasi, kekeluargaan dan sportifitas khususnya bagi pekerja yang mayoritas menggemari sepakbola.

“Digelarnya LPI merupakan tonggak sejarah olahraga bagi pekerja dan pengusaha,” ujar Muhaimin yang menjadi inisiator LPI ini.

Melalui LPI ini, juga diharapkan hubungan industrial dibangun tidak melalui gaya industrial, tapi juga bisa dibangun secara efektif melalui olahraga.

“Moga-moga inisiasi LPI yang digarap Menaker dan Menpora dan ditopang oleh seluruh stakeholder ketenagakerjaan mampu memberikan kemajuan besar bagi  Indonesia,” kata Muhaimin.

“Nanti juga bisa dibuat seperti sistem liga Nasional, yang memiliki basis pekerja dan perusahaan. Kami himbau pengusaha hidupkan kembali klub-klub dan beri apresiasi kepada pemain-pemain terbaik,” ujarnya.

Sementara Menaker Hanif menegaskan, LPI tidak akan membebabkan bagi perusahaan. Tetapi justru bagian dari upaya untuk meningkatkan produktivitas dari pekerja. Yakni saat hubungan industrialnya berlangsung kondusif dan produktif.

“LPI ini juga sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas hubungan industrial lebih produktif dan kondusif perusahaan,” ujar Menteri Hanif.

Diakui Hanif, ketika era Menaker Muhaimin ide LPI akan digelar, karena membutuhkan persiapan panjang, belum sempat terealisasi.

“Beliau minta saya melanjutkan dan alhamdulillah hari ini bisa kick off dan akan dilanjutkan di 34 provinsi. Puncaknya partai final akan digelar saat May Day 2018,” katanya.

LPI sendiri akan digelar ditiap provinsi diikuti 16 (enam belas) tim. Selanjutnya tim juara akan berlaga di 8 (delapan) zona regional. Tim juara dari zona regional akan bertanding dibabak 8 (delapan) besar nasional, yang selanjutnya ke babak semi final dan final di Jakarta. Partai final akan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2018.

Juara LPI selain mendapatkan piala bergilir Presiden, juga berhak mengantongi uang pembinaan, termasuk kepada Juara I, II, III dan IV. Disamping itu juga akan diberikan penghargaan kroada pemain terbaik dengan kategori Top Scorer, Best Player dan Best Goalkeeper. [Adv]

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar