Inspirasi

6 Hal Buruk yang Perlu Diubah Agar Terhindar dari Insomnia

biem.co – Beratnya aktivitas sehari-hari memaksa banyak orang dewasa, bahkan remaja aktif, melakukan banyak aktivitas. Hal tersebut dilakukan bahkan hingga larut malam, sehingga waktu tidur pun akan terganggu. Akibatnya, banyak dari mereka yang mengalami gangguan tidur yang disebut dengan insomnia.

Kasus insomnia banyak terjadi di masyarakat perkotaan. Hati-hati, mungkin insomnia bisa terjadi karena kesalahan kita dalam penataan kamar. Ya, penataan kamar sangat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Berikut 6 kesalahan dalam penataaan kamar yang harus Sobat biem ketahui. Check this out!

Kamar berantakan

Kamar Berantakan
(Foto: IDN Times).

Selain tempat untuk berisitirahat, kamar pun sering digunakan untuk aktivitas lainnya, seperti mengerjakan tugas bagi para pelajar dan mahasiswa, bahkan dijadikan tempat makan untuk para anak kosan. Untuk itu, banyak barang-barang yang tersimpan di kamar. Sehingga, saat pulang dan dalam keadaan lelah, seringkali kita menaruh barang asal di mana pun.

Seperti dilansir dari nationalgeographic.grid.id, seorang spesialis kesehatan jiwa dari University of Maryland School of Medicine, Dr. Emerson Wickwire mengatakan bahwa kamar tidur yang berantakan bisa membuat Anda susah tidur. Kamar yang berantakan dan kacau, menurut Dr. Emerson, bisa menyebabkan mood Anda jelek hingga berdampak negatif pada kerja otak.

Jadi, sebisa mungkin rapikan dulu, ya, sebelum tidur. Apalagi Rasulullah SAW pun sebelum tidur selalu merapihkan kamarnya dulu, terutama bagian tempat tidur.

Warna cat dinding yang terlalu cerah

Cat dinding
(Foto: Mozaic).

Warna dinding dan wallpaper yang cerah dan terkesan mencolok akan mengganggu kualitas tidur seseorang. Pilihlah warna-warna sejuk seperti hijau muda atau biru langit sebagai gantinya. Bahkan, salah satu peneliti mengungkapkan bahwa jika bayi diletakan di kamar berwarna kuning cerah, misalnya, maka bayi tersebut akan terus menangis.

Cynthia Spence, seorang Desainer Interior di San Fransisco menyarankan agar lebih baik kita berkreasi dengan kombinasi tekstur, daripada warna dan pola-pola yang mencolok sebagai penataan kamar tidur kita. Misalnya, mengombinasikan ranjang kayu dengan meja samping dari rotan. Dengan begitu, kamar tidur tetap menarik dan kita pun dapat beristirahat dengan nyaman,

Kualitas kasur buruk

kasur
(Foto: Teen).

Gunakan kasur yang tebal dan lembut untuk kualtas tidur kalian, sehingga lebih baik untuk kesehatan dan juga nyaman. Kasur yang tebal dan empuk bukan berarti mahal, banyak kasur kapuk murah meriah yang memenuhi standar tersebut.

Hal tersebut diperkuat dengan ungkapan Robert Rosenberg, DO seorang direktur medis Sleep Disorders Center di Prescott Valley yang menyatakan bahwa posisi tidur yang kurang nyaman karena kulaitas kasur yang buruk dapat membuat kita tidak mendapatkan manfaat tidur yang optimal.

Seprai tidak nyaman

Seprai
(Foto: Serumpi).

Hal buruk di kamar lainnya yang bisa membuat kalian sulit tidur adalah seprai yang tidak nyaman. Bahkan Liz Toombs, seorang Desainer Interior Pola Dots and Rosebuds Interiors menyatakan bahwa kita perlu menggunakan kain seperti apa yang cocok sebagai seprai tidur kita. Misalnya, kain dengan bahan katun yang lembut dan menyerap keringat, satin, atau yang lainnya.

Suhu kamar tidak ideal

suhu kamar
(Foto: Dream).

Suhu kamar yang tepat sangat menentukan apakah kita akan tidur dengan nyenyak atau tidak. Jika suhu kamar panas seperti di perkotaan dan tidak ada pendingin ruangan, sebaiknya penggunaan kipas tidak diarahkan langsung ke tubuh kita. Karena hal tersebut akan menimbulkan efek kurang baik pada tubuh. Namun, arahkan ke tembok agar memantul ke ruangan atau diatur agar dapat memutar saja dan tidak diarahkan hanya ke bagian badan kita.

Sebaiknya tidur dalam suhu ruangan yang sejuk. Kamar tidur yang sejuk akan membantu produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu Anda tidur pulas.

Kamar tidur tidak mampu meredam suara bising

kamar tidur
(Foto: Popeti).

Apakah kamar tidur kalian berada di area yang bising? Jika ya, siasati dengan cara memasang lapisan gabus atau busa peredam suara khusus di dinding.

Semua hal di atas lebih baik disertai dengan waktu tidur yang ideal, yakni setidaknya tujuh jam semalam. Dengan begitu akan tercipta lingkungan yang mendorong kita untuk tidur dengan tenang dan nyaman dan siap beraktivitas keesokan harinya. (rai)

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar