KabarTerkini

Besok! Seluruh Dunia Akan Aksi Bela Al-Quds

biem.co – Sejumlah ulama negeri ini akan berpartisipasi dalam gerakan protes yang bernama Gerakan Damai Bela Baitul Maqdis. Rencananya, aksi massa tersebut akan digelar pada 11 Mei 2018 dengan tujuan aksi ini mampu mengubah keputusan Presiden Amerika Serikat, yaitu Donald Trump.

Kekerasan hati pemerintah Amerika Serikat dibawah pimpinan Donald Trump ingin memindahkan Keduta Besarnya pada 14 Mei mendatang ke Jerussalem mendorong gelombang protes di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dilansir dari halallifestyle.id, Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) akan menggelar aksi damai menolak pemindahan Kedubes Amerika Serikat ke Al-Quds (Yerusalem) pada 11 Mei 2018. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin menyatakan dukungan terhadap aksi tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustadz Zaitun Rasmin menambahkan, aksi 11 Mei sangat penting untuk menolak secara tegas keputusan Donald Trump yang akan memindahkan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Aksi itu sangat penting karena menyambut keputusan yang sangat zalim dari Trump untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv, padahal seluruh dunia protes dan kita ingin melanjutkan protes kita,” ungkapnya.

Ustadz Bahtiar Nasir menyatakan, ada 6 tuntutan yang akan diajukan saat aksi berlangsung, yang intinya adalah meminta kepada pemerintah Indonesia, organisasi Islam di dunia dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama berjuang dalam pembebasan Baitul Maqdis.

“Kita akan mulai rangkaian acara dengan shalat subuh bersama. Dilanjutkan dengan dzikir pagi dan menyelesaikan hafalan surat Al Kahfi dan Al Isra, sambutan panitia dan tokoh-tokoh Islam. Baru setelah itu, orasi dan selebrasi dan ditutup dengan shalat Jumat bersama,” ujar dia menguraikan rangkaian acara pada 11 Mei 2018.

Bagi para simpatisan, UBN menyampaikan pesannya agar tetap memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan tetap berada di bawah bimbingan ulama rabbani agar tercapai tujuan perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan kembalinya Masjid Al Aqsha ke pangkuan muslimin.

“Senantiasa menjaga persaudaraan, ketertiban, kebersihan, keindahan lingkungan. Tidak membawa bendera kecuali bendera Indonesia dan Palestina. Menggunakan pakaian putih-putih dan membawa atribut kepalestinaan seperti kaos, syal dan sejenisnya dan tidak menggunakan atribut politik sejenis,” ujarnya.

“Kita tidak diam atas keputusan Trump itu. Selain itu, 11 Mei bukan hanya Indonesia yang melakukan aksi besar, namun kompak seluruh dunia,” lanjutnya.

Zaitun mengungkapkan bahwa Ketua MUI setuju dan mengimbau kepada seluruh ormas Islam di Indonesia untuk mengikutinya.

“Saya juga sudah lapor ke ketua MUI dan beliau juga setuju dengan adanya aksi ini dan mendukung untuk dilakukan seluruh ormas dan elemen masyarakat di Indonesia,” tegasnya.

Diketahui, KIBBM akan menggelar aksi damai menolak pemindahan Kedubes Amerika Serikat ke Al-Quds (Yerusalem) pada 11 Mei 2018. Ketua KIBBM Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan aksi tersebut sebagai bentuk keberpihakan umat Islam Indonesia terhadap Palestina. Titik kumpul akan berada di Kedutaan Besar Amerika Serikat Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat dimulai pukul 10.00 WIB hingga shalat Jumat.

Aksi ini juga mendorong beberapa negara seperti: Australia; Malaysia; Brunei Darussalam; Pakistan; India; Iraq; Iran; Qatar; Turki; Rusia; Mesir; Libia; Sudan; Maroko; Bosnia; Yunani; Irlandia; Spanyol; Kuba; Argentina; dan sebagainya. [uti]

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Related Articles

Berikan Komentar