HiburanInspirasiKomunitasSosok

Ketimbang Ikut-ikutan Demo 98, Pidi Baiq Pilih Tinggalkan NKRI

biem.co – Pada masa pemerintahan Orde Baru sedang “digoyang” dengan gerakan mahasiswa yang menuntut terjadinya reformasi. Pidi Baiq dan empat orang temannya, yang pada saat itu kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) menyikapi situasi dan kondisi Indonesia saat itu dengan cara berbeda.

Pidi Baiq mendirikan sebuah negara bersama teman-temannya berkisar tahun 1995 sampai 1998, di lantai dua gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (FSRD-ITB).

“Ketimbang ikut-ikutan demo, kami memilih untuk memisahkan diri dari NKRI dan mendirikan sebuah negara sendiri berukuran 8×10 meter di lantai dua gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (FSRD-ITB). Negara itu diberi nama Negara Kesatuan Republik The Panasdalam. Penduduknya sebanyak 18 orang, kawan-kawan kami juga,” tuturnya, Kamis (10/5).

Pidi Baiq mengangkat dirinya sendiri sebagai imam besar The Panasdalam di negara yang ia dirikan. Imam besar memiliki hak penuh di dalam memilih dan menentukan presiden.

“Presiden yang terpilih saat itu adalah Deni Rodendo. Alasan memilih Deni, karena Deni satu-satunya presiden di dunia yang hapal nama penduduknya dan itu prestasi,” ungkapnya.

Pidi juga membentuk Dewan Syuro, untuk menjadi partner dalam menentukan arah kebijakan Negara The Panasdalam.

“Ketua dewan syuro yang diangkat pada saat itu adalah Ninuk. Alasannya karena Ninuk mau menjadi Ketua Dewan Syuro pada saat itu,” Katanya.

Tahun 1998, setelah Presiden Soeharto lengser, Pidi Baiq memprakarsai diadakannya Muktamar The Panasdalam, yang diadakan di Dago Tea House, dengan tujuan untuk menentukan, setelah Soeharto turun, The Panasdalam tetap akan menjadi negara atau bergabung lagi dengan NKRI.

“Kami memutuskan untuk bergabung kembali dengan NKRI, menjadi Daerah Istimewa The Panasdalam, setingkat sama Aceh dan Yogyakarta,” katanya.

Pada tahun 2000, warga negara The Panasdalam lulus dari ITB. Tak berapa lama, The Panasdalam menjadi sebuah grup musik.

“Dengan seperti itu menjadikan Negara Kesatuan Republik The Panasdalam satu-satunya negara yang jadi band adalah Panas Dalam, dan kisah nyata ini akan difilmkan,” tutupnya. (red)

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Related Articles

Berikan Komentar