KabarTerkini

Ngeri! Densus 88 Baku Tembak dengan Terduga Teroris, 1 Orang Meninggal

SURABAYA, biem.co — Sore tadi, sekitar pukul 17:00 WIB, di Jalan Sikatan, Manukan Kulo, Surabaya, personil Densus 88 Anti Teror Polri diketahui terlibat baku tembak dengan kelompok yang diduga terlibat jaringan teror bom di Surabaya.

Seperti yang diberitakan, sementara ini ada satu terduga teroris yang tertembak mati oleh Tim Densus 88. Identitas terduga teroris sendiri masih dalam proses identifikasi, namun diketahui pelaku merupakan seorang laki-laki dengan kisaran usia 39-41 tahun. Saat ini, pihak Kepolisian sudah membawa jenazah terduga teroris ke RS Bhayangkara Jatim untuk kemudian diotopsi.

Kejadian ini diduga merupakan pengembangan dari rentetan aksi teror di beberapa lokasi di Surabaya. Sebelumnya, Polisi diketahui telah menangkap 13 teroris yang berkaitan dengan teror bom yang terjadi di Surabaya sejak Minggu (13/05), dengan total ada lima kali insiden ledakan di Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, dalam wawancara bersama TvOne malam tadi, membenarkan aksi baku tembak tersebut.

“Kita sudah melaksanakan apa yang kita janjikan kepada publik bahwa kita akan melakukan tindakan-tindakan nyata di lapangan sesuai dengan situasi. Nah, situasionil yang kami tekankan betul kepada mereka yang memiliki jaringan ini, kalau Anda melawan dan membahayakan petugas, kalau membahayakan publik atau masyarakat, maka petugas akan mengambil langkah tegas. Dan kebetulan, yang terjadi mereka melakukan perlawanan dan yang bersangkutan meninggal,” ungkap Frans.

Frans menyampaikan bahwa Tim Densus 88 mengambil langkah tersebut karena sebelumnya kelompok jaringan bersangkutan ini sengaja memutuskan aliran listrik. Sehingga pihaknya mengkhawatirkan kondisi masyarakat di mana daerah tersebut merupakan pemukiman padat.

“Sementara ini baru ada satu yang dilaporkan meninggal dunia. Tapi tidak menutup kemungkinan bertambah, karena tadi rentetan beberapa kali ada balasan, sehingga belum ada informasi lebih lanjut,” terangnya.

Saat ini, pihak Kepolisian pun menutup lokasi kejadian untuk sementara dan akan menyisir barang bukti yang cukup membahayakan. (HH)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar