Film & MusikHiburan

Hands of Fatima, Band yang Cari Keberkahan dalam Bermusik

biem.co – Berbicara musik, setiap orang memiliki kesukaan dengan berbagai genre yang berbeda-beda, mungkin termasuk sobat biem. Kalian suka genre apa hayo? Pop, rock, alternative, raggae, atau lainnya?

Nah, band indie Banten yang satu ini membesut genre Skena, loh. Yups, kita kenalan dengan Hands of Fatima yang dihuni dengan lima personil yakni, Fachmi (vocal), Anto (Gitar), Ilham (Gitar), Adam (bass), dan Doni (drum).

Kata Fachmi Dwi Tama, nama Hands of Fatima terinspirasi dari nama anak Rasulullah SAW, Siti Fatimah.

“Ya, menurut sumber yang saya baca tangan beliau itu penuh keberkahan Allah SWT. Makanya kita ambil (nama itu, red). Intinya dengan nama Hands of Fatima ini semoga keberkahan dan rizki Allah SWT selalu menyertai kami,” terangnya.

“Band Hands of Fatima ini sebenarnya project gabungan tiap personil, karena dulu kita sebelum di band ini (Hands of Fatima, red) punya band. Dan selalu stuck di tengah jalan,” ungkapnya.

Singkat cerita, lanjutnya, ya, karena saya suka banget sama musik screamo atau emo jadi pengen bangkitin genre skena ini yang dulu hype banget di era 2007-2009’an.

“Tetapi dengan dikemas lebih kekinian,” imbuhnya.

Baydewey, mereka sudah memiliki dua mini album seperti, Principio Omnia dan Broken Heart.

“Lagu andalan kami, ‘Dinasty’ dan ‘Leave Me Now’. ‘Dinasty’ lebih mengkritisisasi sosial, ekonomi, politik di dunia ini, sedangkan ‘Leave Me Now’ curhatan hati yang luka,” ujarnya.

Dalam menjaga eksistensi dalam bermusik, Fachmi memiliiki cara untuk bandnya.

“Cara kami tetap berkarya dan terus manggung satu hal yg paling penting dengan berdoa pada Allah SWT agar band ini tetap sukses. Dan selalu dalam berkah dan lindungan Allah SWT,” ucapnya.

“Pasti harapan kami dan semua pemusik sama yaitu meraih kesuksesan penuh dan mendapatkan apresiasi dari para pendengar atau penikmat musik tanah air. Dan bisa cek video klip kami di YouTube, click tab search dan masukan keyword Hands of Fatima – Dinasty,” tutupnya. (Dion)

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar