KabarTerkini

62 WBP Rutan Rangkasbitung Diusulkan Mendapat Remisi Lebaran

KABUPATEN LEBAK, biem.co — Dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebanyak 62 orang yang sedang menjalani masa pidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II B Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, diusulkan mendapatkan potongan masa hukuman atau remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1439 H ini.

Aliandra Harahap selaku Kepala Rutan Rangkasbitung mengatakan, Rutan Rangkasbitung memiliki kapasitas daya hunian sebanyak 100 orang yang saat ini dihuni oleh 223 orang, di mana 137 merupakan tahanan dan 86 orang lagi masuk ke dalam narapidana.

“Dari 86 orang narapidana yang memenuhi syarat, kita usulkan hanya 62 orang saja, dan Insya Allah delapan orang akan bebas di hari Lebaran. Sementara 24 orang narapidana lainnya tidak dapat kami usulkan remisinya,” ungkap Aliandra, dalam Konferensi Pers pada Senin (11/06).

Menurutnya, 24 narapidana lainnya belum bisa mendapatkan remisi lantaran belum memenuhi persyaratan.

“Untuk bisa diusulkan mendapatkan remisi itu harus sudah memenuhi syarat administratif dan substantif, seperti minimal sudah menjalani masa pidana 6 bulan dan berkelakukan baik, tercatat tidak pernah melakukan pelanggaran (Register F) serta memiliki skor penilaian evaluasi pembinaan kategori cukup baik sehingga melalui mekanisme sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) diputuskan layak dan tidaknya diusulkan, dan 24 orang Napi tersebut, 6 di antaranya itu non muslim,” tuturnya.

Dijelaskan Aliandra, bahwa meskipun remisi merupakan hak WBP, akan tetapi bukan berarti bersifat mutlak. Artinya, bila tidak memenuhi persyaratan sebagaimana di atas, maka tidak bisa diusulkan mendapatkan remisi. Terlebih lagi pada tahun 2018 ini, lanjutnya, sudah diberlakukan remisi online, sehingga semua narapidana yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat akan secara otomatis terklasifikasi.

“Semua napi berhak mendapatkan remisi, akan tetapi syarat dan ketentuan tetap saja berlaku. Jadi remisi ini tidak serta merta diberikan. Saya berharap, apa yang kita usulkan sama dengan realisasinya persetujuanya dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), sehingga para narapidana dan WBP lainnya termotivasi untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan dan menjalani pembinaan dengan baik,” tutupnya. (IY)

Editor : Happy Hawra

Related Articles

Berikan Komentar