KabarTerkini

Kemarau dan Sungai Tercemar Limbah, PDAM Kesulitan Produksi Air Baku

KABUPATEN SERANG, biem.co – Musim kemarau masih berlangsung dan membuat perusahaan daerah air minum Tirta Albantani kewalahan, terutama dalam hal produksi sumber air baku. Hal itu menyusul tercemarnya dua sungai yaitu Sungai Ciujung dan Cidurian, karena produksi air baku PDAM mengandalkan sungai tersebut.

Namun saat kemarau ini PDAM sudah tak bisa menggunakan dua sungai tersebut untuk diproduksi airnya menjadi air bersih, karena tercemar limbah industri, sehingga produksi air baku terutama di wilayah Binuang dan Cikande turun hingga 90 persen.

Kabag Umum PDAM Tirta Albantani, Arif Setiawan mengatakan sudah kesulitan dan itu sudah berlangsung beberapa bulan ini, ditambah dengan sistem buka tutup bendung Pamarayan yang saat ini dalam perbaikan menyebabkan produksi air baku dan suplai air bersih berkurang.

Debit air Sungai Ciujung dan Cidurian turun saat memasuki kemarau dan kondisi yang minim tersebut lebih mudah tercampur limbah sehingga sulit untuk diolah menjadi air bersih.

Ditambahka Arif, untuk memenuhi kebutuhan air bersih ke pelanggan, pihaknya bekerja sama dengan swasta yaitu beli air dari swasta dan untuk pendistribusian air bersih ke pelanggan khususnya dan masyarakat umumnya. Pihaknya setiap hari harus menyalurkan air bersih sebanyak 20 tanki air bersih.

Sebelumnya juga akibat sistem buka tutup bendungan pamarayan membuat PDAM kesulitan ditambah dengan sungai yang tercemar, namun diharapkan hal itu tidak berlangsung lama sehingga kebutuhan air bersih bagi pelanggan bisa dilayani secara baik. (firo)

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar