SosokTerkini

Tingginya Angka Bunuh Diri di Dunia, Lizzie: Faktor Utamanya Depresi

biem.co – Organisasi kesehatan Dunia (WHO) sejak 2003 telah menganggap serius isu bunuh diri, hingga menggandeng Internasional Association of Suicide Prevention (IASP) dan Federasi Kesehatan Mental Dunia, untuk memperingati bahwa 10 September adalah Hari Anti Bunuh Diri Sedunia, yang popular dengan World Suicide Prevention Day (WSPD).

Sebagai gambaran tingginya jumlah bunuh diri di dunia, pada tahun 2011, sebanyak satu juta orang dilaporkan bunuh diri. Dengan demikian, setiap 40 detik atau 3.000 per hari terjadi bunuh diri.

Menurut WHO, ada sebanyak 20 orang yang gagal ketika berusaha bunuh diri setiap tiga detik. Disebutkan pula, dalam 40 detik ada satu nyawa yang melayang akibat tindakan bunuh diri.

Bunuh diri terjadi pada mayoritas orang berusia 15 – 29 tahun. Celakanya, kematian karena bunuh diri, lebih banyak ketimbang kematian karena pembunuhan dan perang.

Pada kesempatan ini kru biem.co melakukan wawancara ekslusif dengan Psikolog ternama yang juga sebagai dosen President University, Elizabeth Santosa mengenai kenapa seseorang bisa melakukan bunuh diri dan bagaimana Tips menghindari bunuh diri.

Wanita yang akrab dipanggil Lizzie ini mengatakan salah satu faktor seseorang bisa melakukan bunuh diri yaitu depresi.

“Depresi menjadi salah satu faktor utama seseorang melakukan bunuh diri, karena seseorang yang depresi tidak memiliki semangat hidup, rasa putus asa yang tinggi, nah ini sangat rentan sekali melakukan hal demikian” pungkas Lizzie kepada kru biem.co, Senin, 10/09/2018.

Lizzi menjelaskan ada dua faktor yang menyebabkan seseorang menjadi Depresi yang mengakibatkan bunuh diri, Pertama, faktor eksternal yaitu keadaan mempunyai masalah yang bertubi-tubi secara enam bulan tidak kunjung selesai di perbaiki, tidak bisa move on dan kemudian terjadilah stress yang akut sampai merusak tubuh dan mengisolasi diri. Kedua, Faktor Internal yaitu gangguan organik bawaan diri yang gampang mudah depresi, tempramen dan pengaruh obat-obatan yang sudah lama sehinga jika tidak mengonsumsi obat tersebut hidupnya kan merasa basi (Flat).

Tips menghindari Depresi (penyebab bunuh diri)

Menanggapi kasus Depresi yang menyebabkan seseorang bunuh diri, dan sebagai upaya memeringati hari Anti Bunuh Diri sedunia ini, penulis buku Rising Children in Digital Era ini, memberikan tips untuk menghindari depresi tersebut;

Pertama, harus ada dukungan sosial seperti teman bicara. kenapa perlu dukungan sosial karena untuk menghindari si korban (depresi) agar tidak merasa tertimpa masalah sendiri; Kedua, Asupan gizi. Asupan gizi dipercaya menjadikan daya tahan tubuh meningkat hingga tidak mudah stress karena empat hormon kebahagiaan terjaga.

Ketiga, Olahraga, olahraga dipercaya bisa memelihara tubuh ke hal yang positif; Keempat, Kegiatan Positif, kegiatan positif bisa mempengaruhi seseorang merasa dirinya berharga bermanfaat bagi orang banyak.

Lizzie juga berpesan mengingat tingginya kasus bunuh diri. Menurutnya, “kita harus lebih smart, menilik lebih dalam lagi mengapa banyak yang bunuh diri, apa terlalu asik hidup di dunia maya hingga tidak memiliki teman hidup yang mendukung sesungguhnya seperti di dunia nyata, jauhi narkoba, dan jaga manajemen emosi.” (IY)

Editor : Jalaludin Ega

Related Articles

Berikan Komentar