KabarTerkini

Atlet Panjat Tebing Asal Banten Raih Emas pada Kejurnas di Solo

KOTA SERANG, biem.co — Atlet panjat tebing yang berasal dari Provinsi Banten, Raji’ah Sallsabillah meraih 1 medali emas dan 1 perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) panjat tebing XVII di Solo, Minggu (2/12/2018).

Raji’ah yang juga salah satu peraih medali emas pada Asian Games 2018 beberapa waktu lalu, ikut dalam kategori speed dengan nomor speed World Record (WR), nomor speed klasik, dan nomor speed track.

Berikut rincian perolehan medali Raji’ah Sallsabillah pada Kejurnas panjat tebing XVII di Solo 2018:
1. Speed World Record (peringkat 4)
2. Speed Klasik (peringkat 1) – (medali emas)
3. Speed Track (peringkat 2) – (medali perak)

Wasekum FPTI Provinsi Banten Iskandar menuturkan raihan medali emas pada kelas speed klasik putri sekaligus mempertahankan perolehan yang sama Raji’ah seperti pada Kejurnas tahun 2017 di Yogyakarta.

“Walaupun persiapan yang dilakukan hanya sebentar, dikarenakan sebelumnya atlet-atlet telah diturunkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 5 Banten beberapa waktu lalu,¬†Alhamdulillah¬†Raji’ah dapat mempertahankan medali yang diraih di tahun sebelumnya,” katanya.

Sementara Raji’ah saat dihubungi awak biem¬†mengatakan, dirinya memang bekerja keras untuk dapat mempertahankan gelar yang sudah didapatnya di tahun lalu, selain itu Raji’ah tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berprestasi di ajang bergengsi ini.

“Kejurnas ini salah satu ajang bergengsi dan juga ajang seleksi untuk kami, karenanya saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan apalagi saya dapat mempertahankan gelar yang sudah didapat selama ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Raji’ah menyampaikan, prestasi yang telah didapat akan dipersembahkan kepada orang tua, FPTI Banten, teman-teman serta semua pihak yang telah memberikan dukungan kepadanya.

Alhamdulilah ini berkat dukungan dari semua pihak, juga berkat dukungan pemerintah daerah khususnya \ Koni Banten yang mengadakan pelatihan daerah jangka panjang terlebih hal tersebut untuk persiapan PON ke-20 di Papua,” pungkasnya. (Iqbal)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar