KabarTerkini

BMKG Dukung Pembangunan Peringatan Dini Multi Hazard Indonesia

biem.co — Deputi Bidang Meteorologi Prabowo bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Abubakar, Sekretaris Utama BNPB Dodi Ruswandi serta Direktur Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana BPPT Eko Widi Santoso melaksanakan kegiatan Diskusi Manajemen Early Warning System Penanggulangan Bencana Alam bertempat Gedung Manggala Wana Bakti Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan BMKG, diskusi tersebut bertujuan meningkatkan manajemen Early Warning System terhadap bencana yang terjadi saat ini di Indonesia.

Dalam paparannya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG memberikan penjelasan bahwa BMKG mendukung adanya manajemen Early Warning System Penanggulangan Bencana Alam.

“Selama ini yakni BMKG terus memberikan update informasi perkembangan Kondisi Cuaca 2018/2019 untuk mengantisipasi bencana yang akan datang secara khusus untuk wilayah Indonesia yang akan memasuki pergantian musim hujan ke musim kering,” jelasnya.

Sebagai dukungan BNPB terhadap kegiatan diskusi manajemen Early Warning System, pihak BNPB akan membangun lingkup konsep Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) yang mencakup konsep dalam mendeteksi, menganalisa, diseminasi, serta kesiagapan masyarakat.

Dodi Ruswandi menyebutkan bahwa rencana induk MHEWS akan memasukkan kementerian/lembaga stakeholder yang berperan dalam penanggulangan bencana.

Di samping itu, BPPT hadir dengan inovasi teknologi instrumentasi kebencanaan yang dimilikinya untuk mendukung memberikan peringatan dini kepada wilayah yang rentan terjadinya bencana seperti alat LEWS, Pilot Plant EQ Ready Building, FEWS, dan Sistem Peringata Dini KARHUTLA.

Kegiatan tersebut sepenuhnya didukung penuh oleh Kementerian LHK dalam melakukan Manajemen Early Warning System Penanggulangan Bencana Alam bersama Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Karliansyah.

Karliansyah menuturkan akan fokus pada pengembangan Rapid Environmental Assesment (REA) yang lebih memprioritaskan dampak potensi setelah bencana sebagai bentuk yang baik dalam situasi bencana. (Iqbal/red)

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar