Kabar

Serang Fair 2019 Tidak Ramah Anak dan Difabel

KOTA SERANG, biem.co – Gelaran Serang Fair yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang selama 5 hari, terhitung dari tanggal 22-26 Agustus 2019 diklaim oleh Wali Kota Serang, Syafrudin sukses.

Selama helatan tersebut perputaran uang mencapai Rp12 miliar. Jumlah transaksi tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp9 miliar, atau meningkat sebesar Rp3 miliar.

Namun ternyata, gelaran Serang Fair tersebut tetap menyisakan beberapa catatan. Serang Fair disebut tidak menguntungkan untuk anak-anak dan difabel atau kurang ramah anak dan difabel.

Salah satunya dengan masih terdapat stand untuk salah satu perusahaan rokok. Keberadaan stand rokok itu telah melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Hal tersebut dikatakan oleh Fasilitator Forum Anak, Imam Rahma Sanjaya. Ia mengatakan, dirinya sangat menyayangkan adanya stand dari salah satu perusahaan rokok, yang ada di Serang Fair.

“Saya cukup menyayangkan keberadaan stand rokok pada Serang Fair tahun 2019 ini. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa di Serang Fair terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan anak-anak,” ujarnya, Senin (27/08/2019).

Imam meminta Pemkot Serang, untuk kembali mencermati Peraturan Daerah (Perda) Kota Serang Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Pada pasal 4 yang dipertegas pada pasal 5 ayat 7 bahwa taman kota, dalam hal ini alun-alun, merupakan tempat yang dilarang adanya segala bentuk iklan, promosi, dan sponsor rokok termasuk penjualan rokok. Maka dari itu, jelas sekali bahwa adanya stand rokok melanggar Perda tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, pegiat Komunitas Area Disabilitas (Koreda), Mochammad Ridwan, mengatakan bahwa Serang Fair tidak ramah disabilitas.

“Kami melihat, Serang Fair ini masih belum ramah difabel. Karena pada Serang Fair tidak ada fasilitas yang menunjang untuk teman-teman difabel untuk mengikuti acara tersebut, padahal gelaran tersebut untuk masyarakat Kota Serang tanpa pengecualian,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ridwan mengatakan, seharusnya pada helatan tersebut ada pendamping untuk difabel agar lebih terarah dalam mengenali kegiatan Serang Fair tersebut.

“Ini berdampak pada kurangnya daya tarik terhadap penyandang disabilitas untuk berkunjung ke acara Serang Fair. Mungkin untuk kedepanya lebih ada komunikasi lagi antara pihak penyelenggara, dengan pegiat dan penyandang difabel,” tandasnya. (iy/red)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *