Kesehatan

Efek Social Distancing

Ini simulasinya

biem.co – “Karantina mandiri” dan “social distancing“, “kurva penyebaran” tampaknya menjadi istilah yang umum pada tahun 2020, datang bersamaan dengan tagar #dirumahaja #stayhome #workfromhome dan #isolasimandiri. Pernahkah kita bertanya apa arti semua itu?

Dr. Lisa Maragakis, Direktur Senior Pencegahan Infeksi dari Johns Hopkins University menjelaskan betapa pentingnya langkah-langkah sosial distancing atau physical distancing untuk memerangi penyebaran Covid-19.

Dengan banyak tempat di seluruh dunia memasuki status lockdown, banyak pertemuan termasuk pernikahan, acara olahraga dan konser telah ditunda dan orang-orang dianjurkan #stayathome untuk memperlambat bahkan menghentikan penyebaran virus ini.

Benarkah Social Distancing dapat menyelamatkan kita?

Semuanya bermuara pada matematika. Para ilmuwan di Signer Laboratory di Moores Cancer Center di University of California San Diego mengukur intensitas penyakit menular dengan “angka reproduksi”-nya, yang merupakan jumlah rata-rata orang yang dapat terinfeksi oleh orang sakit.

Ini hal yang perlu diketahui dalam proses social distancing

  1. Ada korelasi langsung antara paparan sosial dan jumlah reproduksi, yang oleh peneliti disebut (R0).
  2. Masa inkubasi COVID-19 adalah sekitar 5 hari – setelah periode ini, orang tersebut akan mengalami gejala dan karantina menjadi jelas dilakukan atau tidak.

Untuk COVID-19, jumlah reproduksi rata-rata (R0) diperkirakan 2,5. Ini berarti bahwa selama masa inkubasi, setiap orang yang terinfeksi dapat menginfeksi 2,5 orang lagi.

Berikut simulasi untuk berbagai tingkat social distance, dari tidak ada tindakan hingga 50 dan 75 persen:

TANPA TINDAKAN SELF DISTANCING

  1. Melanjutkan kehidupan sehari-hari Anda seolah-olah tidak ada yang terjadi
  2. Tidak mempraktikkan jarak sosial sama sekali

Hari 1: Orang A terkena virus
Hari 5: Orang A menginfeksi hingga 2,5 orang
Hari 30: 406 orang telah terinfeksi

MENGURANGI AKTIVITAS SOSIAL – 50%

  • Hanya meninggalkan rumah untuk bekerja dan membeli bahan makanan
  • Mempraktikkan sosial distancing di tempat kerja
  • Tidak menyentuh orang lain secara fisik

Hari 1: Orang A terkena virus
Hari 5: Orang A menginfeksi hingga 1,5 orang
Hari 30: 15 orang telah terinfeksi

MENGURANGI AKTIVITAS SOSIAL – 75%

  • Mengisolasi diri sendiri
  • Hanya tinggalkan rumah sekali atau dua kali seminggu untuk kebutuhan penting seperti bahan makanan atau persediaan medis
  • Tidak memiliki pengunjung

Hari 1: Orang A terkena virus
Hari 5: Orang A menginfeksi hingga 0,625 orang
Hari 30: 2,5 orang telah terinfeksi

Para ilmuwan dan profesional perawatan kesehatan menyetujui satu kebenaran mendasar di masa-masa sulit ini: social distancing dapat dianggap sebagai garis pertahanan pertama melawan COVID-19.

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *