Sosok

Kisah Perjalanan Evie Tamala Bangkit dari Kegagalan

biem.coSobat biem, jika kamu termasuk kalangan 80 hingga 90-an, barangkali tak akan lupa dengan sosok ini. Evie Tamala, salah satu pedangdut fenomenal dengan suara dan paras menawan. Hari ini, Selasa (23/6/2020), ia berulang tahun yang ke-51 tahun.

Meski sudah tidak terbilang muda, Evie masih tetap memancarkan gairah semangat lewat alunan suara. Ia juga kerap membagikan kebersamaannya dengan rekan-rekan seperjuangan di media sosial. Begitu pula dengan ragam kegiatan lainnya.

Mungkin, anak-anak masa kini tidak begitu mengenal siapa Evie. Tetapi ia pernah menjadi idola kaum remaja hingga dewasa di eranya. Meski pada waktu itu, ia harus rela tertatih-tatih demi mengejar mimpi. Pemilik nama asli Cucu Suryaningsih ini tentunya tak meraih kesuksesan secara instan. Berulang kali, ia pernah gagal sebelum namanya menjadi cemerlang.

Ia mengawali karier di dunia hiburan sebagai penyanyi dalam sebuah grup orkes melayu Sinar Remaja. Evie turun menghibur banyak orang dari satu panggung ke panggung lainnya hingga menjadi orkes yang cukup dikenal di Tasikmalaya dan Bandung. Sampai suatu hari, dirinya bertemu dengan Muchtar B, pencipta lagu dangdut terkenal sekaligus produser. Dari situlah perjalanan karier Evie di belantika musik dangdut tanah air dimulai.

Pertemuan itu membuatnya berhasil menggarap album perdana bertajuk Sesuap Nasi di tahun 1987. Sayang, semua di luar ekspektasi Evie. Hasil rekaman tersebut sangat mengecewakan, bahkan kasetnya tidak beredar di pasaran. Tapi hal itu tak lantas membuatnya putus asa. Evie kembali maju dengan album baru di tahun selanjutnya, Tang Ting Tong Der. Nama Evie masih belum juga terdengar di telinga masyarakat.

Di tahun 1989, Evie mencoba peruntungannya lagi dengan membuat album ketiga bertajuk Dokter Cinta. Tak disangka album tersebut begitu meledak di pasaran hingga mampu mendongkrak namanya kala itu. Ia pun akhirnya menjadi salah satu kiblat musik dangdut Indonesia, sejajar dengan Camelia Malik, Elvy Sukaesih, dan Rita Sugiarto.

Sejak saat itu, album-album yang dikeluarkan selalu Evie terbilang sukses. Ada Hari-hari Cinta (1990), Aduh Sayang (1991), Cinta Ketok Magic (1991), Cinta Parabola (1992), Rambut (1992), Album JawaKangen (1993), Kangmas (1994), Rembulan Malam (1994), dan album lainnya dengan jumlah keseluruhan 25 album, lho.

Kendati kesuksesan yang diraih Evie terbilang cemerlang, jalannya di dunia hiburan tidak lekas hilang. Ia kemudian mengasah kemampuan diri sebagai produser untuk melahirkan penyanyi-penyanyi dangdut berbakat yang terkenal.

Bagi Sobat biem yang rindu dengan lantunan indah suaranya, lagu-lagu Evie Tamala masih bisa kamu nikmati di layanan streaming. Semoga perjalanan Evie Tamala bisa menjadi inspirasi untuk Sobat biem semua. (hh)

Editor: Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button