InspirasiSosok

Samsul Bahri: Ciri-ciri Orang Sukses Itu Rela Berkorban

biem.co – Sukses memang menjadi salah satu kunci hidup bagi setiap orang. Tentunya setiap dari mereka, memiliki cara dan jalannya masing-masing untuk menjemput kesuksesan. Seperti satu sosok yang dinobatkan sebagai Duta PayTren 2017 ini, Samsul Bahri.

Butuh perjalanan panjang hingga bertahun-tahun untuk dirinya merasakan arti sukses dalam hidupnya. Pria yang lahir di Pesisir Aceh tersebut memilih terbang ke Jakarta pada tahun 2001 untuk mencari pekerjaan.

Samsul mengawali karirnya di Jakarta sebagai Tukang Jahit. Tak lama, ia memilih beralih menjadi penjual ikan hias. Namun, profesinya tersebut ternyata tak bisa membiayai kehidupannya di Jakarta. Bahkan, ia sempat diusir dari tempat tinggalnya karena tak mampu membayar biaya sewa.

“Saya kembali luntang-lantung. Akhirnya ketika tidak tahu lagi jalan mau ke mana, saya duduk di Warteg. Saya cerita sama temen bahwa saya dari pagi belum makan, pekerjaan nggak ada, tempat tinggal juga nggak ada,” ungkapnya.

Kemudian, Samsul bercerita bahwa akhirnya ada orang yang bisa memberikannya pekerjaan sebagai Tukang Las, tetapi tak bisa memberikannya upah. Ia pun menerimanya, karena bagi Samsul, yang terpenting saat itu ia bisa tetap makan dan punya tempat tinggal.

“Saya pikir untuk hidup butuh banyak pengalaman, butuh banyak keterampilan dan skill. Saya merasa hijrah dari kampung tidak punya kemampuan apa-apa, tidak bisa apa-apa. Sehingga saya harus belajar banyak tentunya,” imbuhnya.

Tiga bulan bekerja, Samsul pindah ke Pabrik Batako. Dari pekerjaannya sebagai kuli giling batako tersebut, ia mendapatkan upah sebesar Rp 22.500 per harinya. Tak berhenti sampai di situ, ia berusaha keras menunjukkan kemampuannya hingga akhirnya Samsul diangkat menjadi seorang Tehnisi. Sampai akhirnya, dua tahun kemudian Samsul sendiri-lah yang menjadi pengelola dari perusahaan tersebut.

“Tapi saya orangnya selalu tidak puas dengan apa yang saya dapatkan. Karena motto saya itu, sekali berjuang, harus sukses. Sekali meninggalkan kampung, harus sukses,” ujarnya. Lalu, Samsul pun akhirnya menyuruh adiknya yang datang dari kampung untuk mengelola perusahaan tersebut. Sementara, dirinya memilih berwirausaha barang-barang rongsokan.

Dalam jangka satu tahun, ia bisa menghasilkan uang yang cukup besar dari usahanya, serta memiliki anak buah sebanyak 10 orang. Namun, ujian kembali mendatangi Samsul. Ia ditipu oleh seseorang hingga membuat dirinya bangkrut dan harus mengulang dari nol lagi.

“Mungkin saya lupa dengan pesan dari orangtua saya. Terlalu ambisi dengan kehidupan dunia membuat saya jatuh kembali. Mungkin itulah salah satunya, kadang-kadang kita diberi kesempatan untuk sukses. Menikmati keberhasilan, tapi kita lupa dengan siapa yang memberi sukses kepada kita,” tuturnya.

Setelah itu, ia melamar pekerjaan sebagai Satpam dan bekerja selama 11 tahun, kemudian memilih resign dan memfokuskan diri pada bisnis yang dijalankan oleh Ustadz Yusuf Mansur tersebut. Nyatanya, usaha dan kerja keras yang dilakukannya selama ini membuahkan hasil yang tidak sia-sia. Ia banyak dikenali bahkan di beberapa negara.

“Satu hal yang membuat orang berbeda, ciri-ciri orang sukses itu dia rela berkorban waktu, uang, dan tenaga. Tidak memperhitungkan berapa harga yang dikeluarkan. Tapi dia rela terbang kemana-mana untuk menjemput kesuksesan,” ujar Samsul.

“Bisnis kita boleh luar biasa, tapi kalau tindakan kita biasa-biasa saja, maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Sebaliknya, bisnis bisa biasa-biasa saja, tapi kalau tindakan kita luar biasa, maka akan menghasilkan hasil yang luar biasa juga,” tambahnya. (HH)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar