InspirasiOpini

Darah Segar Muhammadiyah

Oleh Farid Supriadi

biem.co, Darah Segar Muhammadiyah – Hari ini, 110 tahun yang lalu 18 November 1912, KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Rentang usia yang cukup tua untuk organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di Indonesia. Muhammadiyah sudah berkontribusi jauh sebelum negara Indonesia berdiri. Sebuah organisasi Islam yang kemudian sangat berpengaruh dalam peradaban Islam di dunia.

Ditahun 1930-an di bawah kepemimpinan KH. Hisyam, Muhammadiyah sudah memiliki 103 Volkschool, 47 Standaardschool, 69 Hollands Inlandse School (HIS), dan 25 Schakelschool, yaitu sekolah lima tahun yang akan menyambung ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) setingkat SMP saat ini bagi murid tamatan vervolgschool atau standaardschool kelas V. Di sekolah-sekolah Muhammadiyah ketika itu menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar sehingga Muhammadiyah menjadi lembaga pendidikan pribumi yang dapat menyamai kemajuan pendidikan sekolah-sekolah Belanda, Katolik, dan Protestan.

Jasa-jasa Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan untuk masyarakat diakui oleh pemerintah kolonial Belanda. Hal itu ditandai dengan pemberian penghargaan bintang tanda jasa, yaitu Ridder Orde van Oranje Nassau dari pemerintah kolonial Belanda kepada K.H. Hisyam sebagai pemimpin Muhammadiyah.

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Dari sekolah-sekolah Muhammadiyah inilah, sejarah mencatat kelahiran begitu banyak tokoh penting dalam  proses pendirian negara Indonesia. Di antaranya adalah Jendral Soedirman yang merupakan alumni Sekolah Guru Muhammadiyah di Kota Solo. Di sekolah ini Soedirman kecil aktif dalam kepanduan Muhammadiyah, yaitu Hizbul Wathan. Pendidikan di Hizbul Wathan sedikit banyak menempa mentalitas dan karakter pahlawan negara tersebut. Dalam perjalanan karir militernya, Soedirman menjadi Panglima TNI pertama di Indonesia.

Selama 350 tahun Belanda menjajah Indonesia, bukan karena persenjataan Belanda yang lebih canggih atau jumlah tentaranya yang lebih banyak dari bangsa Indonesia, tapi kita mudah dikotak-kotakkan sehingga sangat mudah untuk diadu domba. Kenyataan itulah yang kemudian ditangkap oleh KH. Ahmad Dahlan muda kemudian berpikir dan bergerak untuk dapat mengubah mental dan pola pikir rakyat Indonesia. Pendidikan yang dapat diakses semua orang dari berbagai lapisan masyarakat khususnya kaum mustad’afin (orang yang lemah) merupakan salah satu jalannya. Menilik semangat muda KH. Ahmad Dahlan tersebut, Muhammadiyah dan pergerakan kaum muda tentu saja tidak dapat dipisahkan dalam berbagai wacana dan nuansa, begitu juga ketika hendak menentukan arah tuju Muhammadiyah hari ini dan masa depan.

Tanwir Pra Muktamar

Di hari yang sama, 18 November 2022 baru selasai Sidang Tanwir Pra Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta, anggota sidang Tanwir terdiri dari anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah, wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan wakil organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah tingkat pusat.

Salah satu agenda sidang Tanwir adalah memilih 39 calon Pimpinan Pusat Muhammadiyah dari 92 calon yang menyatakan kesediaannya. Metode pemilihan menggunakan e-voting, pemilihan e-voting 92 calon anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah berlangsung selama 1,5 jam. Dari rilis media center Muktamar Ke-48 Muhammadiyah, berikut 39 Nama Calon Anggota Tetap Pimpinan Pusat Muhammadiyah :

  1. Anwar Abbas : 190 suara
  2. Syamsul Anwar : 182 suara
  3. Haedar Nashir : 175 suara
  4. Saad Ibrahim : 170 suara
  5. Abdul Mu’ti : 166 suara
  6. Dadang Kahmad : 165 suara
  7. Hilman Latief : 165 suara
  8. Syafiq A Mughni : 164 suara
  9. Amirsyah Tambunan : 164 suara
  10. Busyro Muqoddas : 164 suara
  11. Agus Taufiqurrahman : 150 suara
  12. Imam Ad Daruqutniy : 147 suara
  13. Agung Danarto : 146 suara
  14. Marpuji Ali : 142 suara
  15. Muhadjir Effendy : 141 suara
  16. Ary Anshori : 137 suara
  17. A. Dahlan Rais : 134 suara
  18. Sofyan Anif : 130 suara
  19. Muhammad Ziyad : 125 suara
  20. Khoirudin Bashori : 122 suara
  21. M.Sayuti : 121 suara
  22. Ma’mun Murod : 120 suara
  23. Irwan Akib : 118 suara
  24. M Agus Samsudin : 115 suara
  25. Hajriyanto Y Thohari : 113 suara
  26. Fathurrohman Kamal : 109 suara
  27. Armyn Gultom : 107 suara
  28. Zakiyyudin Baedhowi : 106 suara
  29. Agus Sukaca : 105 suara
  30. Hamim Ilyas : 103 suara
  31. Untung Cahyono : 103 suara
  32. M Rizal Fadilah :103 suara
  33. Budi Setiawan : 100 suara
  34. Ambo Asse : 99 suara
  35. Bambang Setiaji : 99 suara
  36. Ahmad Khairudin : 99 suara
  37. Asep Purnama Bahtiar : 97 suara
  38. Syaifullah : 97 suara
  39. Saidul Amin : 91 suara

Nama-nama dalam daftar calon anggota tersebut akan dipilih pada Sidang Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Selanjutnya, 13 orang terpilih diberi wewenang untuk memilih Ketua Umum PP Muhammadiyah 2022-2027.

Darah Segar Muhammadiyah

Dari 39 calon anggota tetap Pimpinan Pusat Muhammadiyah ada beberapa nama kader muda Muhammadiyah yang penulis kenal. Di antaranya Abdul Mu’thi, Hilman Latief, Amirsyah Tambunan, Imam Ad Daruqutniy, Fathurrohman Kamal, Armyn Gultom, Muhammad Ziyad, Ma’mun Murod, Zakiyyudin Baedhowi, dan Asep Purnama Bahtiar. Nama-nama yang cukup memberi daya tarik. Dari banyak diskusi di Whatsapp Grup (WAG) yang penulis ikuti, ada arus besar desakan dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) untuk mengakomodir kader Muda Muhammadiyah untuk masuk jajaran elit Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kader muda adalah darah segar Muhammadiyah bagi degup jantung keorganisasian yang nantinya dapat menjamin kesinambungan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang dikenal cukup mapan dalam hal kaderisasi. Keberadaan kader Muda Muhammadiyah dalam struktur Pimpinan Pusat Muhammadiyah hemat penulis sangat penting. Kita ketahui bersama di era disrupsi antangan dakwah Islam dalam konteks global kian beragam dan pelik, maka kita berharap keberadaan kader muda Muhammadiyah menjadi solusi dan jaminan akselerasi dakwah Muhammadiyah yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Di usia 110 tahun, Muhammadiyah bukan hanya dituntut berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia, melainkan juga ihwal bagaimana kemudian peran dakwah Muhammadiyah dalam konteks tantangan global. Keberadaan sekolah Muhammadiyah di Australia dan perguruan tinggi Muhammadiyah di Malaysia sebagai bukti konkret peran Muhammadiyah di kancah internasional. Peran kader muda Muhammadiyah diharapkan bisa memperluas peran Muhammadiyah.

Keberadaan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dilebih dari 20 negara yang struktur pimpinannya banyak didominasi kader muda Muhammadiyah membuktikan bahwa keberadaan kader muda Muhammadiyah sangat penting dalam Internasionalisasi dakwah Muhammadiyah.

Muktamar Muhammadiyah Ke-48

Muktamar Muhammadiyah ke-48 akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, besok (19/11). Pembukaan Muktamar berlangsung di Stadion Manahan Solo akan dihadiri oleh ribuan warga Muhammadiyah yang datang dari seluruh penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ada lebih dari 2000 peserta yang merupakan perwakilan dari pimpinan wilayah dan pimpinan daerah di seluruh Indonesia yang akan menggunakan hak pilih. Penulis berharap 13 anggota pimpinan pusat Muhammadiyah yang terpilih nanti kader muda Muhammadiyah mendominasi agar dakwah Muhammadiyah lebih agresif merespon perubahan zaman sesuai dengan tema muktamar ke-48 “Memajukan Bangsa, Mencerahkan Semesta” (Red)

*Farid Supriadi (Kader Muda Muhammadiyah Banten)

** Ditulis dibis dalam perjalanan menuju arena Muktamar Muhammadiyah 48 di Solo

Editor: Irvan Hq

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button