biemSkriptoria

Tadarus Menghidupi Kota

Wilujeng Morning!

Di Padepokan Kupi Kaloran, diskusi Tadarus Menghidupi Kota terus bergulir. Sebuah diskusi yang memungkinkan semua peserta untuk saling menyimak dan bertukar pemahaman, mulai dari mau dibawa kemana arah pembangunan Kota Serang berikut ruang terbuka hijaunya sampai dengan dinamika kebudayaan yang berkembang di Kota Serang.

Meski dilaksanakan dengan suasana sederhana tetapi tidak demikian dengan suasininya, rupa-rupa kopi racikan om Bund Wesser, kepulan asap rokok, dan aneka kudapan silih berganti menemani keakraban interaksi. Sebagai tuan rumah, Kang Aliyth Prakarsa, bersama Iwan Subakti, Peri Sandi Huizche, Asep Mulya Hidayat, Jiwandana Jiwana, Aip Rochadi, Putri Wartawati, Abah Yadi, Qbro Pandamprana, Heru Wahyudi, Noerhaipin La Manna, Gito Waluyo, Rena Yulia, dan lain lain terus membersamai narasumber keren yg datang silih berganti, ada Wakil Walikota Serang Kang Nur AgisAulia, Networker Kebudayaan Halim Hade, dan seterusnya, mereka yg mau duduk sama rendah dan berdiri tentu beda beda tingginya.

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Tadarus Menghidupi Kota

Diskusi ini tidak hanya sekedar cah-cahan, gagasan-gasan yang muncul selalu dieksekusi sebagai tindak lanjut. Terakhir Wakil Walikota Serang, Kang Agis menunjuk tim yang diinisiasi dari diskusi ini menjadi tim Penyusun Naskah Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Serang.

PPKD adalah dokumen penting yang disusun oleh pemerintah daerah sebagai dasar perencanaan kebijakan pemajuan kebudayaan. PPKD berisi kondisi faktual dan permasalahan yang dihadapi daerah dalam upaya pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan serta usulan penyelesaiannya.

PPKD memuat :

Identifikasi keadaan terkini yaitu perkembangan objek pemajuan kebudayaan di daerah.

Identifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan pranata kebudayaan mencakup keberadaan kelompok masyarakat, organisasi dan lembaga yang bergerak di bidang kebudayaan.

Identifikasi sarana dan prasarana kebudayaan meliputi keberadaan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung kegiatan kebudayaan.

Identifikasi potensi masalah baik itu tantangan dan hambatan dalam upaya pemajuan kebudayaan.

Analisis dan rekomendasi berisi analisis terhadap permasalahan yang ada dan rekomendasi solusi untuk implementasi pemajuan kebudayaan.

Tadarus Menghidupi Kota

PPKD menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan pemajuan kebudayaan seperti perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan. Itu kenapa penyusunan PPKD melibatkan Pemerintah Daerah sebagai pihak yang menyusun dan menetapkan PPKD, Masyarakat melaui pelibatan ahli dan perwakilan masyarakat dalam proses penyusunan  dan Ahli Kebudayaan yaitu orang-orang yang memiliki kompetensi dan kredibilitas dalam bidang kebudayaan.

Menarik ditunggu kehadiran Kang Wahyu Nurjamil, Ketua Umum Pengurus Pusat (DPP) Kesti TTKKDH yang aktif dalam kegiatan pelestarian seni dan budaya pencak silat di Banten sekaligus pejabat pemerintah yang sedang viral dibalik proses perbaikan infrastruktur dan momen-momen penting di Kota Serang. Meskipun sudah mendapatkan lampu hijau dari Kang Wahyunya langsung, sayang dari staff pribadi beliau belum terkonfirmasi kapan dan dimana beliau bisa ikut berdiskusi.

Saya mah yakin, kalau ada beliau insya Allah diskusinya bakal lebih produktif, tambah Sat Set dan pasti Meledog! 🙏🍉😊

Irvan Hq
CEO biem.co

Tadarus Menghidupi Kota (silahkan klik):

Di Padepokan Kupi, Dialog Menghidupi Kota: Menyala Abangku!

Bahagia Di Ruang Publik: Indikator Warga Terhadap Peristiwa, Ruang dan Tata Kelola Kota

Catatan Pra Kongres: Gelombang Gerakan Kebudayaan di Serang-Banten, Dari Romantisme Perlawanan hingga Mimpi Kolektif

 

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button