KampusTerkini

Dosen dan Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Pengabdian kepada Masyarakat: Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal sebagai Pendamping Produksi UMKM Makanan Tradisional di Kecamatan Solear

TANGERANG, biem.co – Dalam rangka mewujudkan tridarma perguruan tinggi, tim dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal sebagai Pendamping Produksi UMKM Makanan Tradisional di Kecamatan Solear.

Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan pelaku UMKM, pemuda, serta masyarakat sekitar. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pelatihan digitalisasi usaha melalui penggunaan QRI.

selain itu juga, terdapat pendampingan produksi makanan tradisional lokal, yaitu opak ubi milik Ibu Dewi  sebagai salah satu pelaku UMKM yang telah lama berkecimpung di bidang makanan rumahan.

Tim ini terdiri dari empat mahasiswa, yakni Ahmad Muhtarom Mupti sebagai ketua, serta Finata Capri Aulia, Siti Nurtantri Pramundita R.A, dan Lady Joanda Firsty sebagai anggota. Kami berasal dari Program Studi Akuntansi S1 Universitas Pamulang, dan dibimbing oleh dosen pembimbing A. Asrorudin, S.Pd., M.M., M.Ak.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi para pelaku UMKM di tingkat lokal yang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dalam pemasaran, pengelolaan keuangan, serta minimnya tenaga kerja pendamping dalam proses produksi.

Melalui program ini, tim PkM UNPAM berupaya memberikan solusi dengan mengajarkan masyarakat tentang pemanfaatan sistem pembayaran digital QRIS, strategi pengemasan produk, serta mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari rantai produksi.

Universitas Pamulang tidak hanya berperan dalam pendidikan akademik, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat nyata. Melalui pelatihan ini, kami ingin membuka wawasan masyarakat agar usaha kecil bisa tumbuh dan bersaing di era digital,

Selama kegiatan berlangsung, tim mahasiswa memberikan pelatihan seputar manajemen usaha sederhana, pemasaran digital, serta pemanfaatan QRIS bagi pelaku UMKM. Peserta diajarkan cara mendaftar sebagai merchant QRIS, mengunduh aplikasi pendukung, hingga memahami manfaat transaksi digital yang lebih aman, efisien, dan transparan.

QRIS membantu pelaku usaha mengurangi risiko kehilangan uang tunai dan memudahkan pencatatan transaksi. Selain itu, pelanggan juga merasa lebih nyaman karena bisa membayar dari berbagai aplikasi dompet digital,” ujar salah satu anggota tim.

Setelah sesi pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan langsung di tempat produksi opak ubi milik Ibu Dewi. Tim mahasiswa melakukan observasi mulai dari proses pengupasan ubi, pemarutan manual, pencetakan, pengukusan, penjemuran, hingga penggorengan.

Dalam proses ini, tim juga memberikan masukan terkait pengemasan dan pelabelan produk agar tampilan opak menjadi lebih menarik dan memiliki identitas merek yang kuat.

Saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Sekarang saya jadi tahu kalau jualan bisa pakai QRIS juga, jadi pembeli tidak perlu repot cari uang kecil,” ujar Ibu Dewi dengan antusias.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar yang menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif bertanya tentang proses pembuatan QRIS, strategi penjualan online, serta peluang kerja yang bisa muncul dari kolaborasi antara UMKM dan tenaga kerja lokal.

Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat. Kami jadi tahu cara membuat QRIS dan mengatur usaha dengan lebih modern,” ungkap Ibu Titin, salah satu peserta yang antusias mengikuti kegiatan.

Dosen pembimbing, A. Asrorudin, S.Pd., M.M., M.Ak., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

Kami berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan masyarakat dalam mengelola usaha dengan cara yang lebih profesional dan berorientasi pada kualitas produk,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Pamulang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan potensi lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Diharapkan, program PKM ini menjadi langkah awal menuju pendampingan berkelanjutan agar masyarakat Kecamatan Solear semakin berdaya dan sejahtera. (Red)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button