SERANG, biem.co – Dosen Program Studi Administrasi Negara Kampus Serang, Ilham Mustofa, S.IP., M.IP., bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Kegiatan ini berfokus pada optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui penguatan perilaku organisasi pengurus dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Program PKM ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendukung pembangunan desa dan penguatan ekonomi lokal. Kegiatan berlangsung selama empat bulan dengan melibatkan mahasiswa Deby Maharani Putri dan Nadia Agustina sebagai pendamping lapangan.
Ketua tim pengabdi, Ilham Mustofa, menjelaskan bahwa BUMDes memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, berdasarkan data Kementerian Desa tahun 2023, sekitar 40 persen BUMDes di Indonesia masih belum aktif akibat permasalahan tata kelola dan sumber daya manusia.
“Permasalahan utama yang kami temukan di BUMDes Desa Tambiluk bukan pada potensi usaha, melainkan pada aspek perilaku organisasi pengurus, seperti komunikasi yang belum efektif, rendahnya motivasi kerja, serta belum adanya budaya organisasi yang solid,” ujar Ilham.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim PKM menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu metode pemberdayaan yang menempatkan pengurus BUMDes dan masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses perubahan. Pendekatan ini mendorong dialog, refleksi, dan pembelajaran bersama dalam setiap tahapan kegiatan.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi analisis kebutuhan, workshop penguatan perilaku organisasi, pelatihan komunikasi dan kerja tim, serta pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kode etik kerja BUMDes. Seluruh proses dilakukan secara partisipatif agar hasil yang dicapai dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Menurut Ilham, penyusunan SOP dan kode etik menjadi langkah penting dalam membangun tata kelola BUMDes yang profesional dan akuntabel.
“Dengan adanya SOP dan kode etik, pengurus memiliki pedoman kerja yang jelas sehingga koordinasi, pembagian tugas, dan pengambilan keputusan dapat berjalan lebih tertib,” jelasnya.
Mahasiswa pendamping, Deby Maharani Putri, menilai kegiatan PKM ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami dinamika organisasi di tingkat desa.
“Kami belajar bahwa penguatan kelembagaan tidak cukup dengan teori, tetapi harus melalui pendampingan langsung dan komunikasi yang intensif dengan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Nadia Agustina menambahkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan BUMDes.
“Ketika masyarakat dilibatkan, rasa memiliki terhadap BUMDes akan tumbuh dan mendukung keberlangsungan usaha desa,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kampus Serang berharap BUMDes Desa Tambiluk dapat menjadi contoh pengelolaan BUMDes berbasis penguatan SDM dan budaya organisasi yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Kegiatan PKM ini juga diharapkan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Di Provinsi Banten, implementasi usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masih menghadapi sejumlah tantangan sebagaimana hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan yakni terutama pada aspek sumber daya manusia dan tata kelola. Banyak BUMDes dikelola oleh pengurus dengan latar belakang non-bisnis sehingga perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, serta strategi pemasaran belum berjalan optimal. Keterbatasan kapasitas manajerial ini menyebabkan sejumlah unit usaha BUMDes sulit berkembang dan belum mampu bersaing dengan pelaku usaha lain.
Selain itu, rendahnya koordinasi antara BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat turut menjadi hambatan. Di beberapa desa, BUMDes masih dipersepsikan sebagai bagian dari administrasi desa, bukan sebagai entitas usaha profesional. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya partisipasi dan kepercayaan masyarakat, sehingga dukungan terhadap keberlanjutan usaha BUMDes belum maksimal. Oleh karena itu, penguatan perilaku organisasi pengurus dan pelibatan masyarakat secara berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja BUMDes di Banten. (Red)








