CILEGON, biem.co – Menjelang momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri (RAFI) 1447 H (2026), PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi prima. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 72.000 personel (se-nasional) dikerahkan untuk menjaga keandalan listrik di seluruh penjuru Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, saat meninjau PLTGU Cilegon menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap gardu induk dan sistem transmisi. Sebanyak 4.137 posko siaga (termasuk di Banten) juga telah didirikan untuk melayani kebutuhan masyarakat.
“Kami mengecek satu per satu, mulai dari jalur Jakarta-Merak, Cirebon, hingga tol Trans Sumatera dan Trans Jawa. Semuanya dalam kondisi aman,” ujar Darmawan, di PLTGU Cilegon Senin 16 Maret 2026.
Darmawan juga mengatakan di musim mudik lebaran ini, turut memanjakan pengguna mobil litrik (EV). PLN memprediksi lonjakan pemudik yang menggunakan mobil listrik hingga 1,5 kali lipat dibanding tahun 2025. Menanggapi hal tersebut, PLN melakukan optimasi besar-besaran pada infrastruktur pengisian daya.
“SPKLU yang tadinya slow charging di jalur mudik, sudah kami ganti dengan fast charging hingga ultra fast charging. Jumlahnya pun kami tambah 1,7 sampai 1,8 kali lipat agar antrean terkendali,” jelasnya.
Selain itu, PLN meluncurkan dua fitur baru di aplikasi mereka, yaitu Trip Planner dan Antrean EV. Jika pemudik mengalami kendala di jalan, PLN menyediakan layanan khusus via WhatsApp di nomor 0877-7111-2123 serta menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile yang siap menjemput ke lokasi.
Terkait ketahanan energi, Darmawan mengungkapkan bahwa cadangan listrik nasional sangat mencukupi. Saat Idulfitri, beban puncak diperkirakan turun ke angka 35 Gigawatt (GW) karena aktivitas industri yang melambat, sementara daya mampu pasok mencapai 51 GW lebih.
“Di PLTGU Cilegon ini saja, daya mampu pasoknya 740 Megawatt (MW). Hari ini bebannya mendekati nol karena industri sudah mulai slowdown untuk mudik. Jadi, cadangan kita sangat aman,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Darmawan memberikan imbauan penting bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumah menuju kampung halaman. Ia meminta warga untuk memastikan keamanan kelistrikan di rumah masing-masing.
“Jangan lupa matikan peralatan listrik. Cabut kabel setrika dan kompor listrik dari colokannya. Kami ingin saudara-saudara kita bisa berkumpul bersama keluarga dengan bahagia dan selamat sampai tujuan,” tutup Darmawan. ***








