Terkini

Berkat 9 Inovasi, Biro SDM Polda Jabar Raih Juara 2 Nasional Ketahanan Pangan

BANDUNG, biem.co – Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Barat (Jabar) meraih Juara 2 tingkat nasional dalam kategori inovasi ketahanan pangan. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas berbagai terobosan yang dilakukan jajaran Polda Jabar dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Di bawah kepemimpinan Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto, sejumlah program telah dijalankan untuk membantu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Hingga kini, Polda Jabar telah memfasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp263,897 miliar. Selain itu, sebanyak 5.846 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) turut mendapat pembinaan dengan total luas lahan mencapai 1.611 hektare.

Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad mengatakan, penghargaan tersebut menjadi hasil dari berbagai inovasi yang dikembangkan untuk mendukung petani dan ketahanan pangan.

“Setidaknya Biro SDM Polda Jawa Barat telah melakukan sembilan inovasi untuk membantu petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” kata Fadly, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, penghargaan tingkat nasional tersebut dipersembahkan untuk para petani di Jawa Barat serta seluruh personel Biro SDM Polda Jabar yang telah bekerja dan berkolaborasi dalam menjalankan program tersebut.

Fadly berharap capaian tersebut tidak membuat jajaran Polda Jabar berpuas diri. Sebaliknya, penghargaan itu diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendukung ketahanan pangan.

“Ini semua berkat usaha dan gotong royong kita untuk menyejahterakan petani hingga mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.

Sembilan Inovasi Ketahanan Pangan

Kabag Binkar Biro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko menjelaskan, berbagai inovasi yang dilakukan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari perbankan, dunia usaha, akademisi hingga pengelola lahan.

Inovasi pertama berupa fasilitasi KUR melalui Himpunan Bank Negara (Himbara). Dalam program ini, kepolisian berperan sebagai fasilitator untuk membantu petani memperoleh akses pembiayaan sebagai modal usaha.

Kedua, program Primkoppol Peduli yang memberikan akses permodalan kepada petani dengan bunga 0 persen dan tanpa agunan.

Selanjutnya, Gotong Royong Bhayangkara, yakni kolaborasi Polda Jabar dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Dukungan diberikan dalam bentuk modal, bibit, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk hingga bantuan sosial bagi petani jagung.

Inovasi keempat adalah Pinjam Manfaat Lahan Presisi, melalui kerja sama Polda Jabar dengan PTPN dan Perhutani. Program tersebut memanfaatkan lahan melalui skema pinjam pakai untuk kegiatan budidaya pertanian, khususnya jagung.

Polda Jabar juga mengembangkan benih unggul Kurama bekerja sama dengan Universitas Kebangsaan. Program tersebut saat ini masih berada dalam tahap uji coba dan penelitian.

Inovasi lainnya adalah pembangunan solar dryer home di tiga wilayah Jawa Barat melalui kolaborasi dengan dosen IPB. Fasilitas ini membantu proses pengeringan jagung pipil sebelum hasil panen disalurkan kepada Bulog.

“Selain itu ada pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi media tanam dan pupuk organik, penanaman uwi ungu di lahan PTPN, hingga produksi pupuk organik bernama Pak Bhabin yang dibuat dari kotoran hewan dan bahan baku alami lainnya,” jelas Condro.

Tak berhenti pada sektor budidaya, Biro SDM Polda Jabar juga mendorong pengembangan produk turunan hasil pertanian dengan menggandeng kalangan akademisi dan profesional.

Salah satunya melalui pengembangan minuman herbal berbahan dasar jagung. Akar jagung yang selama ini dianggap sebagai limbah turut diteliti untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi karena mengandung senyawa bioaktif.

“Ada juga teh rambut jagung yang selama ini belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, rambut jagung memiliki kandungan antioksidan dan berpotensi dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan ginjal serta saluran kemih,” ungkapnya.

Condro menegaskan, seluruh inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Jabar untuk memperkuat ekosistem pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani.

“Tentunya semua ini karena dukungan dan arahan dari Pak Kapolda dan Wakapolda Jawa Barat,” pungkasnya. ***

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button