Tiga Santriyah Al Hasyimiyah Ukir Prestasi di OBA Banten, Sabet Juara 1 hingga Harapan 1
SERANG, biem.co — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santriyah Al Hasyimiyah dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Banten. Di tengah padatnya aktivitas pembelajaran dan kegiatan kepesantrenan, tiga santriyah berhasil membawa pulang prestasi dari kompetisi Bahasa Arab tersebut.
Ketiganya adalah Ashfa Salsabila, siswi kelas XII MA Al Hasyimiyah yang sukses meraih Juara 1 Kategori 4 Madrasah Aliyah Boarding School.
Sementara itu, Shierli Bintang Nursanti dan Ratih Lizza Avanti masing-masing berhasil meraih Juara Harapan 1 pada kategori yang diikuti.
Wakil Kepala MA Al Hasyimiyah Bidang Kurikulum, Ainul Fuad, mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Hal itu dilakukan meski para peserta harus membagi waktu antara persiapan kompetisi dengan berbagai kegiatan di lingkungan pesantren.
“Iya, itu sebenarnya tingkat MTs dan MA. Di tingkat kota kita kirim tiga peserta, baik MTs maupun MA. Yang lolos ke provinsi ada dua siswa MA dan dua siswa MTs,” ujar Ainul, Minggu (30/8/2026).
Ia menjelaskan, pada OBA tingkat Provinsi Banten, delegasi Al Hasyimiyah mengikuti beberapa kategori. Pada Kategori 4 (Madrasah Aliyah Boarding School), perwakilan MA Al Hasyimiyah berhasil meraih Juara 1 dan Juara Harapan 1.
Sementara pada Kategori 8 (Madrasah Tsanawiyah Boarding School), perwakilan Al Hasyimiyah juga berhasil meraih Juara Harapan 1.
Menurut Ainul, capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu akibat padatnya agenda kepesantrenan bukan menjadi penghalang bagi santriyah untuk mengembangkan kemampuan dan berkompetisi.
“Di tengah-tengah kesibukan dan padatnya kegiatan, kami masih menyempatkan untuk membimbing peserta OBA. Walaupun kami rasa kurang maksimal, insya Allah kami akan persiapkan lagi untuk OBA di tahun mendatang agar menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Pembinaan, lanjut Ainul, dilakukan dengan melibatkan guru Bahasa Arab dari jenjang MA dan MTs. Para guru membangun koordinasi secara intensif untuk memantau perkembangan peserta sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi kompetisi.
“Kami dari pembimbing, guru Bahasa Arab baik dari MA maupun MTs, saling berkoordinasi dengan mengadakan pembinaan khusus di luar jam pelajaran dan memperbanyak latihan soal, sehingga terlihat perkembangan dan kesiapan mentalnya,” jelasnya.
Ia menilai, kesiapan mental menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi kompetisi. Terlebih, para santriyah tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan suasana perlombaan.
Ainul pun mengapresiasi semangat para santriyah yang tetap optimistis mengikuti kompetisi meski harus menjalani aktivitas pesantren yang cukup padat.
“Alhamdulillah anak-anak tetap optimis walaupun di hadapan mereka banyak kegiatan pondok yang harus dijalani,” pungkasnya.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi keluarga besar MA dan MTs Al Hasyimiyah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Bahasa Arab. Prestasi ini juga diharapkan menjadi pijakan untuk mempersiapkan para peserta secara lebih matang agar mampu meraih hasil yang lebih tinggi pada ajang OBA tahun mendatang. (Arief)








