CILEGON, biem.co – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Attaqiyah, Lingkungan Keserangan, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus tasyakuran atas selesainya pembangunan atau renovasi Masjid Attaqiyah.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Selain tausiah, agenda juga diisi doa bersama dan santunan anak yatim.
Ketua Panitia, Syafrudin, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan mensyukuri selesainya pembangunan masjid, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian serta gotong royong masyarakat.

Hal itu salah satunya diwujudkan melalui agenda muter sodakohan atau gerakan amal jariyah. Kardus diedarkan kepada seluruh jamaah yang hadir untuk memberikan rezekinya secara sukarela dan seikhlasnya.
“Yang kami bangun bukan hanya fisik masjid, tetapi juga semangat masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid. Melalui muter sodakohan, kami ingin mengajak jamaah bersedekah seikhlasnya dan menjadikan masjid sebagai tempat tumbuhnya kepedulian bersama,” ujar Syafrudin, Jumat (11/9/2026).
Lurah Grogol, Rahmatuloh, mengapresiasi kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan hingga selesainya renovasi Masjid Attaqiyah.
Menurutnya, keberadaan masjid tidak hanya penting sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang memperkuat hubungan antarwarga.
Rahmatuloh juga menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan tersebut.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat sekaligus Anggota DPRD Kota Cilegon, Buhaiti Romli, turut memberikan apresiasi terhadap panitia dan masyarakat yang telah bersama-sama mendukung pembangunan Masjid Attaqiyah.
Ia berharap selesainya pembangunan masjid dapat diikuti dengan semakin aktifnya kegiatan keagamaan dan sosial, sehingga keberadaan masjid benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Masjid jangan hanya selesai dibangun secara fisik, tetapi juga harus terus dihidupkan dengan kegiatan dan jamaah. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijaga,” demikian pesan Buhaiti.
Kegiatan tersebut turut dihadiri undangan kehormatan Abah Aristyana, Pimpinan Majelis Dzikir Al-Mughni. Sementara tausiah Maulid Nabi disampaikan KH Hikmatuloh.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan muter sodakohan. Seluruh jamaah diberikan kesempatan untuk berkontribusi melalui sedekah secara sukarela.
Bagi panitia, agenda tersebut menjadi simbol bahwa keberadaan masjid tidak berhenti pada selesainya pembangunan fisik. Lebih jauh, Masjid Attaqiyah diharapkan terus menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan ibadah, kepedulian sosial, silaturahmi, dan amal jariyah masyarakat.
Dengan demikian, tasyakuran Masjid Attaqiyah bukan menjadi titik akhir pembangunan, melainkan awal dari upaya bersama untuk memakmurkan masjid. (Arief)








