Komunitas

SANGGAR PUSPA ARUM Pukau Delegasi 20 Negara di Cilegon, Tampilkan Jaipongan Hingga Rampak Bedug

CILEGON, biem.co — Sanggar Puspa Arum mencuri perhatian dalam gelaran Cultural Night rangkaian Exercise Trident Resolve 2026 di The Royale Krakatau Hotel, Kota Cilegon, Banten.

Kegiatan internasional tersebut berlangsung pada 20–26 September 2026 dan diselenggarakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) dengan melibatkan peserta dari 19 negara.

Dipimpin Hendrik Arum Sujiwati, atau akrab disapa Bunda Wati, para penari Sanggar Puspa Arum tampil menyambut para delegasi melalui beragam tari Nusantara dengan mengenakan busana daerah dari berbagai wilayah Indonesia.

Sejumlah pertunjukan disuguhkan, mulai dari Tari Nusantara, Rampak Bedug hingga Jaipongan.

Penampilan Rampak Bedug menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Hentakan bedug dan kekompakan para penari membuat suasana Cultural Night semakin meriah.

Kemeriahan berlanjut saat para penari membawakan Jaipongan. Para delegasi dari berbagai negara terlihat menikmati pertunjukan yang disajikan.

 

Bagi Bunda Wati, kesempatan tampil dalam Cultural Night menjadi momen spesial bagi dirinya dan para penari.

“Ini menjadi momen yang sangat spesial bagi kami, terutama anak-anak penari. Mereka bisa tampil di depan delegasi dari berbagai negara dengan membawa tarian Nusantara dan mengenakan busana daerah Indonesia,” ujar Bunda Wati, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, para penari ingin memberikan sambutan yang hangat kepada para delegasi.

“Kami ingin menyambut mereka dengan seni dan budaya Indonesia. Bukan hanya tampil, tetapi bagaimana para tamu bisa menikmati dan ikut merasakan suasana kebudayaan kita,” katanya.

Momen paling menarik terjadi menjelang penutupan Cultural Night. Para penari Sanggar Puspa Arum mengajak para delegasi untuk menari bersama.

Sejumlah delegasi kemudian maju dan mengikuti gerakan para penari. Bahkan, seorang pejabat tinggi yang hadir dalam acara tersebut turut bergabung menari bersama.

Suasana pun semakin meriah dengan tepuk tangan dan antusiasme para peserta.

“Yang paling berkesan ketika para delegasi ikut menari. Mereka bukan hanya menjadi penonton, tetapi mau ikut merasakan dan menikmati budaya yang kami tampilkan,” tutur Bunda Wati.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi kenangan sekaligus motivasi bagi para penari muda Sanggar Puspa Arum.

“Saya berharap anak-anak semakin percaya diri dan semakin mencintai seni budaya. Mereka bisa melihat bahwa apa yang dipelajari di sanggar ternyata bisa tampil dan diapresiasi dalam acara internasional,” ujarnya.

Exercise Trident Resolve 2026 di Banten melibatkan sekitar 2.200 peserta dari 19 negara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama ADMM-Plus dengan agenda yang mencakup peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Di tengah rangkaian latihan internasional itu, Cultural Night menjadi ruang untuk memperkenalkan sisi budaya Indonesia kepada para peserta.

Bagi Sanggar Puspa Arum, tampil di The Royale Krakatau Hotel, Cilegon, menjadi pengalaman istimewa untuk membawa seni Nusantara ke tengah perjumpaan internasional.

Dari panggung Cilegon, para penari tidak hanya tampil untuk ditonton. Mereka berhasil mengajak para delegasi ikut menari dan merasakan kegembiraan budaya Indonesia bersama. (Arief)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button