JAKARTA, biem.co – Gelaran akbar Synchronize Festival 2026 resmi dimulai. Tahun ini, Synchronize Festival memasuki edisi kesebelasnya. Spesifik di tahun 2026, Synchronize Festival membawa semangat yang sama dari edisi tahun 2016, namun dihadirkan kembali dengan satu kemasan besar yang merangkum ragam suka cita, juga sebagai sebuah penanda era dari perjalanan panjang nan monumental yang dimulai oleh mereka sejak tahun 2016 lalu.
Slogan “It’s not just a festival, it’s a movement!” yang digaungkan oleh Synchronize Festival tahun ini bisa menjadi sebuah gambaran besar akan perjalanan mereka selama menghiasi kancah musik Indonesia, sebagai sebuah festival musik yang selalu membawa dampak positif bagi sekelilingnya, juga dengan hal-hal baru serta pertunjukan-pertunjukan spesial di tiap tahunnya.
Tampil pada urutan awal dan membuka gelaran Synchronize Fest 2026 hari pertama, Efek Rumah Kaca sebuah band yang sangat aktif menyuarakan perlawan ketidakadilan, kritik sosial, pemerintah membuka penampilannya tidak hanya bernyanyi di atas panggung Forest Stage melainkan juga dengan menggelar aksi performing art interaktif melibatkan penonton terlibat adalam pertunjukan tersebut. Para penonton diberi topeng-topeng seperti Marsinah, Munir yang menjadi korban pembunuhan yang hingga saat ini pelakunya tidak diketahui.
Efek Rumah Kaca membawakan lagu-lagu hits dari Di Udara, Mosi Tidak Percaya, Balerina, Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa, Cinta Melulu, hingga lagu terbarunya yang menjadi Original soundtrack Film Laut Bercerita. Tidak hanya sukses menghibur Efek Rumah Kaca juga berhasil mengajak penonton tetap kritis dalam sebuah gerakan seperti tema Synchronize Fest tahun ini It’s Not Just a Festifal, It’s a Movement!” (BW)








