SERANG, biem.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/YoY) Provinsi Banten pada Juli 2025 sebesar 2,29%, menempatkannya sebagai provinsi dengan inflasi terendah keempat di Pulau Jawa.
Angka ini masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5% ±1%, menunjukkan kondisi inflasi yang terkendali di daerah tersebut.
Banten menjadi satu dari 29 provinsi di Indonesia yang berhasil menjaga inflasi tetap dalam koridor target. Hal ini menunjukkan efektivitas koordinasi pengendalian inflasi, khususnya di sektor pangan dan hortikultura yang cenderung stabil sepanjang bulan Juli.
Komoditas utama penyumbang inflasi di Banten antara lain adalah:
– Emas Perhiasan
– Tomat
– Bawang Merah
– Beras
Secara spasial, inflasi tertinggi di Pulau Jawa tercatat di DI Yogyakarta dengan 2,60% YoY, disusul Jawa Tengah (2,52%) dan Banten (2,29%). Sementara itu, inflasi terendah dicatat oleh Jawa Timur sebesar 2,10%.
Kondisi inflasi yang terjaga ini menjadi indikator positif bagi daya beli masyarakat serta stabilitas harga kebutuhan pokok di Provinsi Banten.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, TPID, dan pelaku usaha diharapkan terus diperkuat guna menjaga stabilitas inflasi, terutama menjelang periode akhir tahun yang biasanya rawan tekanan harga. ***








