CILEGON, biem.co – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui PIU Revitalisasi kembali meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis riset dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Hilirisasi Inovasi Hasil Penelitian dan Business Matching dengan Industri pada 10–12 September 2025 di Forbis Hotel, Cilegon.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendikti, Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Kepala LPPM Untirta, Prof. Dr. Meutia, S.E., M.P., Sekretaris LPPM sekaligus Ketua Pelaksana, Dr. Ing. Muhammad Iman Santoso, S.T., M.Sc., serta para dosen peneliti Untirta dan mitra industri dari Provinsi Banten.
Riset Untirta Membumi, Hadir untuk Industri dan Masyarakat
Dalam sambutannya, Dr. Ing. Muhammad Iman Santoso, S.T., M.Sc. selaku Ketua Pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari program Revitalisasi PTNBH yang ketiga di tahun 2025. Dari 50 peneliti yang terpilih, sebagian besar produknya sudah siap dihilirisasi bahkan ada yang telah dikomersialisasikan.
“Acara ini kami desain agar peneliti tidak hanya berhenti menghasilkan data, tetapi benar-benar memikirkan value creation. Dari 50 peneliti terpilih, kami akan lakukan coaching, inkubasi, hingga pencarian pendanaan lanjutan. Harapannya, produk-produk ini bisa masuk ke industri dan benar-benar memberi manfaat luas,” ujar Dr. Iman.
Sementara itu, Prof. Meutia yang mewakili Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting agar hasil penelitian tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Alhamdulillah, selama dua tahun terakhir hibah penelitian dan pengabdian Untirta meningkat hingga 200%. Hal ini berkat kerja keras para dosen dan dukungan mitra. Melalui FGD ini, kami ingin menjadikan LPPM sebagai etalase riset, publikasi, dan produk inovasi yang benar-benar bisa dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat,” ungkap Prof. Meutia.
Produk Inovasi Unggulan Dosen Untirta
Sebanyak 50 peneliti terpilih Untirta memamerkan produk hasil riset yang siap dihilirisasi. Beberapa di antaranya adalah:
– Mobile Poultry Slaughter House Halal (Dr. Eng. Iman Santoso, M.Sc.)
– Yoghurt Bubuk dengan metode foam mat drying (Dr. Fitria Riany Eris, S.P., M.Si. dan tim)
– Pupuk Hayati Cair Bio (Prof. Dr. Ir. Nurmayulis, M.P., dan tim)
– Super Absorben (Prof. Dr. Jayanudin, S.T., M.T.)
– Pangan Fungsional Berbasis Bekatul Fermentasi (Dr. Muhammad Ana Syabana, S.Si., dan tim)
– Plastik Anti Bakteri, Propolis, kosmetik, royal jelly dll (Prof. Dr. Ir. Eka Sari, M.T., ASEAN Eng.)
– Material Anti-Radar berbentuk Powder (Prof. Dr. Erlina Yulianti, M.Si.)
– Alat Pengukur Kadar Gula pada Minuman berbasis Sensor Kapasitif (Dr. Teguh Firmansyah)
– Filter Air Berbahan Arang Kulit Singkong (Indah Juwitasari, Ph.D.)
– Hydrogel Anti-Bakteri (Dhena Ria Barleany, S.T., M.Eng.)
Produk-produk tersebut dinilai potensial untuk dipasarkan karena sudah melewati tahapan riset aplikatif, bahkan beberapa di antaranya telah dikomersialisasikan dalam skala terbatas.
Sinergi dengan Industri
Dalam sesi pemaparan, Prof. I Ketut Adnyana menekankan pentingnya sinergi antara peneliti dan industri untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian.
“Acara seperti ini sangat penting untuk lebih sering diadakan. Peneliti bisa memvisualisasikan produk inovasinya, sementara industri dapat menyampaikan kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi. Dengan begitu, terjadi pertemuan langsung antara inventor dan pelaku usaha, yang bukan hanya menghasilkan produk komersial, tetapi juga solusi nyata bagi persoalan industri. Harapan kami, Untirta dan universitas lain tidak lagi dipandang sebagai menara gading, tetapi benar-benar membumi, hadir memberikan inovasi yang relevan bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” ungkap Prof. Ketut.
Sejalan dengan itu, perwakilan mitra industri dari Banten juga menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama dengan peneliti Untirta, terutama dalam pengembangan produk pangan, material ramah lingkungan, dan teknologi digital.
Harapan Besar untuk Untirta
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Revitalisasi Untirta menuju status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Dengan status tersebut, Untirta diharapkan dapat lebih leluasa mengembangkan unit bisnis berbasis riset sekaligus meningkatkan kemandirian kampus.
FGD Hilirisasi Inovasi Penelitian dan Business Matching dengan Industri ini akan berlangsung hingga 12 September 2025 dengan agenda penyusunan roadmap hilirisasi, diskusi kebutuhan industri, hingga presentasi rencana tindak lanjut produk riset yang siap dikembangkan. (Red)








