JAKARTA, biem.co – Di tengah arus globalisasi yang menuntut adaptasi cepat di dunia pendidikan, SD Islam Al Azhar 8 Kembangan mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya. Pada Senin (22/12/2025), sekolah yang berlokasi di Jakarta Barat ini menggelar pelatihan bahasa Inggris intensif yang melibatkan seluruh jajaran tenaga pendidik.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SD Islam Al Azhar 8 mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan bagian dari visi besar sekolah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berstandar internasional tanpa meninggalkan akar nilai-nilai Islami.
Dalam agenda kali ini, pihak sekolah berkolaborasi dengan IEC Andaya (International Education Course), sebuah lembaga kursus pendidikan internasional yang dikenal dengan metode pembelajaran bahasa yang interaktif dan aplikatif.

Materi yang disampaikan mencakup teknik Effective Classroom Communication serta pemanfaatan bahasa Inggris dalam literasi digital. Para guru diajak untuk tidak hanya memahami tata bahasa, tetapi juga berani mempraktikkannya dalam dialog sehari-hari di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar 8 Kembangan, Enden Daenuri, M. Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya guru sebagai role model.
“Guru adalah jendela ilmu bagi siswa. Jika gurunya memiliki kompetensi bahasa Inggris yang baik, maka kepercayaan diri siswa untuk bersaing secara global juga akan tumbuh. Kami ingin Al Azhar 8 Kembangan menjadi pelopor dalam mencetak generasi muslim yang modern dan komunikatif,” tegas Enden.
Ketua Panitia, Ms. Halimah, bersama jajaran panitia lainnya (Ms. Halimah and team) mengemas acara dengan format yang dinamis. Alih-alih hanya mendengarkan ceramah, para guru dilibatkan dalam berbagai simulasi, mulai dari permainan peran (role play) hingga diskusi kelompok yang interaktif.
Kegembiraan dan semangat belajar tampak jelas di raut wajah para peserta. Iip Irpana, salah satu guru yang mengikuti kegiatan hingga usai, memberikan testimoni positif mengenai dampak langsung dari pelatihan ini.
“Awalnya mungkin ada rasa canggung, tapi instruktur dari IEC Andaya membawakan materi dengan sangat santai namun berbobot. Ini sangat membantu kami, para guru, untuk keluar dari zona nyaman dan mulai membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di beberapa sesi kelas,” tutur Iip.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak domino. Dengan meningkatnya kemampuan bahasa Inggris para guru, kualitas penyampaian materi pelajaran di kelas diprediksi akan semakin kaya dengan referensi literatur internasional.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya sekolah untuk terus mempertahankan predikatnya sebagai salah satu institusi pendidikan Islam unggulan di Jakarta yang mampu menjawab tantangan zaman melalui integrasi agama, sains, dan kemampuan bahasa internasional. (Red)








