JAKARTA, biem.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Jakarta.
Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), dengan fokus pada perluasan akses keuangan, pasar, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif.
Penguatan ekosistem ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara sejumlah lembaga jasa keuangan, badan usaha milik daerah, dan asosiasi pelaku industri kreatif di Jakarta Creative Hub, Selasa (22/9/2026).
Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi mengatakan, MoU tersebut bukan menjadi akhir dari kolaborasi, melainkan langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.
“Penandatanganan MoU bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi tersebut, kita berharap dapat menciptakan multiplier effect yang semakin luas bagi pengembangan ekonomi kreatif dan perekonomian Jakarta,” ujar Edwin.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Muhammad Herizkianto menekankan agar komitmen yang sudah dibangun segera diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku ekonomi kreatif.
Menurutnya, momentum tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi harus dilanjutkan dengan program dan kolaborasi yang nyata.
Libatkan Lembaga Keuangan hingga Pelaku Industri Kreatif
Program PED di Jakarta menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis. Pengembangannya dilakukan melalui tiga aspek utama, yakni akses keuangan, akses pasar, serta asistensi teknis dan pengembangan kapasitas.
Dalam kerja sama tersebut, kebutuhan pelaku usaha dipertemukan dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, asosiasi, pelaku industri, agregator, hingga offtaker. Dengan begitu, pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat mengembangkan sekaligus mengomersialkan karya dan produk yang memiliki nilai tambah.
Penandatanganan MoU melibatkan Bank Jakarta, Bank Hijra, Jamkrida Jakarta, Ekuid, Great Eastern Life Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, serta PT Jakarta Tourisindo atau Jakarta Experience Board.
Kolaborasi juga melibatkan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), dan Industri Event Indonesia (IVENDO) DPP DKI Jakarta.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow bertajuk “Penguatan Ekosistem Industri Kreatif untuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jakarta”.
Talkshow tersebut membahas penguatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses keuangan dan pasar, serta peningkatan konektivitas antarpelaku ekonomi kreatif.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Puji Hastuti mengatakan, penguatan ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam mendorong Jakarta sebagai kota global.
“Sebagai kota global, Jakarta perlu terus memperkuat kapasitas ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung visi menuju Top 20 Global City. Sinergi pemerintah, regulator, dan lembaga jasa keuangan menjadi kunci untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Puji.
OJK Jabodebek bersama TPAKD DKI Jakarta selanjutnya akan terus mengawal implementasi Program PED melalui penguatan akses keuangan dan pasar, pengembangan kapasitas pelaku usaha, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi ekonomi kreatif dalam menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global. ***








