JAKARTA, biem.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan literasi keuangan generasi muda. Salah satunya melalui program Pramuka Cerdas Keuangan dalam rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 yang digelar pada Agustus 2026. Edukasi ini menyasar anggota Pramuka Penggalang berusia 11-15 tahun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak usia muda melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Menurutnya, generasi muda perlu dibiasakan mengambil keputusan keuangan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh tren maupun gaya hidup.
“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky dalam Talkshow Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan.
Ia menyebut kebiasaan sederhana seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kemampuan merupakan bagian penting dalam membangun perilaku finansial yang positif.
Menabung Bentuk Karakter Finansial
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menilai kebiasaan menabung sejak dini tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.
“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI, Prof. Atip Latipulhayat, mengatakan literasi keuangan merupakan salah satu fondasi dalam Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Menurutnya, literasi keuangan bukan sekadar kemampuan menghitung uang, tetapi juga membentuk kemampuan mengendalikan perilaku konsumtif.
“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif,” kata Atip.
Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo menambahkan, kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak sejalan dengan nilai Dasa Dharma Pramuka, khususnya menjadi pribadi yang hemat, cermat, dan bersahaja.
Ia menilai kebiasaan tersebut juga dapat menjadi bekal bagi anggota Pramuka untuk membangun jiwa kewirausahaan di masa depan.
Ribuan Pramuka Ikuti Edukasi Keuangan
Kegiatan LIKE IT 2026 digelar secara hybrid dan diikuti sekitar 3.500 anggota Pramuka Penggalang. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai budaya menabung, pengelolaan uang secara bijak, serta cara mempersiapkan kebutuhan dan tujuan keuangan sejak dini.
Rangkaian edukasi keuangan Jambore Nasional XII berlangsung pada 15-16 dan 18-20 Agustus 2026. Selain edukasi tentang pengelolaan keuangan, peserta juga dikenalkan dengan produk dan layanan jasa keuangan serta peran OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan dalam ekosistem sektor keuangan.
Edukasi tersebut turut diwujudkan melalui Tenda Kampung Finansial yang menghadirkan talkshow, permainan, kuis edukatif, hingga booth edukasi dari OJK, BI, Kementerian Keuangan, LPS, dan sejumlah pelaku industri jasa keuangan.
Hingga rangkaian kegiatan berakhir, sekitar 7.500 anggota Pramuka tercatat telah mengunjungi Tenda Kampung Finansial.
Selain itu, OJK juga menggelar program Pramuka Goes to Office pada 18-20 Agustus 2026. Peserta terpilih berkesempatan mengunjungi Kantor Pusat OJK sekaligus mengenal lebih dekat peran OJK sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan.
Melalui rangkaian Pramuka Cerdas Keuangan, OJK berharap generasi muda tidak hanya tumbuh sebagai pribadi yang aktif, disiplin dan mandiri, tetapi juga memiliki kecakapan mengelola keuangan, membangun budaya menabung, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan. ***








