CILEGON, biem.co – Perjalanan Kalimaya Band memasuki babak baru. Setelah mengalami perubahan personel, grup musik ini bertransformasi menjadi Selastra Band, dengan formasi baru yang kini diperkuat oleh empat personel.
Transformasi ini menjadi bagian dari dinamika perjalanan bermusik Kalimaya Band. Empat personel yang sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan grup tersebut, yakni Aqilah sebagai vokalis, Hehen sebagai gitaris, Aurel sebagai pemain keyboard, dan Rayyan Bassis akhirnya membentuk formasi baru dengan identitas Selastra Band.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan langkah untuk membuka lembaran baru dalam perjalanan kreatif mereka. Dengan formasi yang lebih ringkas, Selastra Band membawa semangat baru untuk terus berkarya dan mengembangkan karakter musikalnya.
Nama Selastra dipilih dengan filosofi yang kuat, yakni bermakna bintang tertinggi dari Selat Sunda. Nama ini merepresentasikan harapan untuk terus bersinar, tumbuh, dan memiliki tempat tersendiri di tengah perkembangan industri musik.
Filosofi tersebut juga memiliki kedekatan dengan identitas geografis dan kultural Banten, khususnya kawasan Selat Sunda yang menjadi penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatra. Selastra diharapkan menjadi simbol semangat anak muda daerah untuk berani bermimpi besar dan membawa karya lokal menuju panggung yang lebih luas.
Perubahan dari Kalimaya Band menjadi Selastra Band sekaligus menandai fase baru dalam perjalanan para personelnya. Pengalaman yang telah dilalui bersama menjadi bekal untuk melangkah dengan identitas, visi, dan semangat yang baru.
Kini, dengan nama Selastra Band, mereka bersiap menapaki perjalanan berikutnya. Layaknya bintang yang menjadi penunjuk arah di langit, Selastra membawa harapan untuk terus bersinar melalui karya dan musik yang mereka hadirkan.
Selastra Band — bintang tertinggi dari Selat Sunda, memulai perjalanan baru untuk bersinar lebih terang. (Arief)








