Kabar

Tata Cara dan Panduan Salat Gerhana di Masa Pandemi

biem.co — Gerhana bulan sebagian (GBS) diperkirakan akan terjadi hari ini, Jumat (19/11/2021) pukul 17.47 WIB.

Dalam keterangannya, Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam untuk melakukan salat sunah gerhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Berikut ini tata cara salat gerhana:

  1. Berniat di dalam hati;
  2. Takbiratul ihram sebagaimana salat biasa;
  3. Membaca doa iftitah, kemudian membaca Surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang lain sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya);
  4. Ruku;
  5. Bangkit dari ruku (i’tidal);
  6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, tetapi ilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah dan surat lain. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;
  7. Kemudian ruku kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;
  8. Bangkit dari ruku (i’tidal);
  9. Lalu sujud yang panjangnya sebagaimana ruku, kemudian duduk di antara dua sujud, dan sujud kembali;
  10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama, hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
  11. Salam.

Adapun di bawah ini adalah panduan penyelenggaraan salat gerhana, dilansir dari Kemenag.

  1. Salat gerhana bulan di daerah yang tergolong zona merah dan zona oranye agar dilakukan di rumah masing-masing;
  2. Salat gerhana bulan dapat diadakan di masjid atau lapangan yang berada pada daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, baik zona hijau maupun zona kuning, yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang;
  3. Salat gerhana bulan dilaksanakan di masjid atau lapangan, harus memperhatikan standard protokol kesehatan secara ketat dan mengindahkan ketentuan sebagai berikut:

Baca Juga: Gerhana Bulan 19 November, Kemenag Imbau Salat Gerhana dengan Prokes

  • Salat gerhana bulan dilaksanakan sesuai tuntunan syariat, juga khutbah diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir;
  • Jemaah yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat agar dapat menjaga jarak antar saf dan antar jemaah;
  • Jemaah yang hadir harus memakai masker dengan sempurna dan sesuai ketentuan yang berlaku, baik di masjid maupun di lapangan;
  • Panitia dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu (thermo gun) dalam rangka memastikan kondisi jemaah sehat dan menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di setiap pintu masuk;
  • Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat gerhana bulan;
  • Khutbah salat gerhana dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun dan syarat khutbah paling lama 10 menit;
  • Mimbar khutbah di masid atau pun lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah;
  • Jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

Editor: Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button