Cerpen
Pada rubrik “Cerpen”, biem.co menyajikan beragam tulisan cerpen beragam genre yang telah lolos seleksi dari pengasuh rubrik sastra, M. Rois Rinaldi.
- May- 2016 -10 May

Cerbung Kholi Abas: Pesan Cinta Dandelion (Bagian 4)
Project ini justru meninggalkan kisah baru antara aku dan kamu. Kisah aku dan kamu masih terus berlanjut setelah berakhirnya amanah…
Read More » - 9 May

Cerita Pendek Effra S. Husein: Koran Terakhir
Ditatapnya koran terakhir yang masih melekat di jemarinya, benda yang menjadi tumpuan hidupnya, dan kini, mungkin juga menjadi akan menjadi…
Read More » - 1 May

Cerbung Kholi Abas: Pesan Cinta Dandelion (Bagian 3)
Izinkan aku untuk terus menuliskan pesan cinta ini, karena hanya dari sudut inilah aku bisa menyapamu sekarang.
Read More » - Apr- 2016 -16 April

Cerpen Encep Abdullah: Darah Perawan
Darah masih mengaliri pahanya, membawa rasa ngilu yang menusuk hati. Tiba-tiba dia membenci dirinya. Melebihi bencinya kepada nenek, juga Linda.
Read More » - 1 April

Cerbung Kholi Abas: Pesan Cinta Dandelion (Bagian 2)
Pasti kamu akan mengerti jika memang obat untuk dua orang yang saling mencintai adalah menikah.
Read More » - Mar- 2016 -22 March

Cerbung Kholi Abas: Pesan Cinta Dandelion (Bagian 1)
Akan kuceritakan tentang bagaiamana aku mulai menyukaimu, Dan. Allah, aku merindukannya. Dia si pemilik mata tajam dan berwajah teduh
Read More » - Jan- 2016 -25 January

Cerpen Tian Tarymas: Bisik Kehampaan
Walau hingga kini mereka masih saja mengatakan bahwa aku anak manja, aku tak peduli.
Read More » - Sep- 2015 -20 September

Cerita dari Papua: Tempat yang Dipijak Selalu Menjadi Rumah
Seperti pepatah orang Minang, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Itulah yang saya rasakan saat ini.
Read More » - 10 September

Cerita dari Papua: Anak-anak Beo
Anak-anak Beo adalah pelipur lara. Bocah-bocah keriting itu, entah dari mana tahu caranya, mereka pandai membuat kami tertawa.
Read More » - 5 September

Cerpen Setiawan Chogah: Sepanjang Serang—Labuan, Aku Mencintaimu
Aku suka melabuhkan pandanganku ke wajahmu, ketika kamu tertidur pulas di sepanjang jalanan Serang—Labuan.
Read More »





