KabarTerkini

Kemenag Banten: Pengelolaan Program Budaya Baca Harus Ada di Madrasah

 

SERPONG, biem.co – Dalam rangka mengidentifikasikan keberhasilan penerapan program budaya baca yang sudah dilakukan oleh sekolah mitra, United States Agency International Development Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia Teachers, Administrators and Students (USAID PRIORITAS) menggelar pelatihan untuk pelatih tingkat provinsi Banten di Serpong selama empat hari. Melalui pelatihan tersebut, para tenaga pendidik yang berasal dari lima kabupaten/kota di Banten diajak untuk terampil mendemonstrasikan rencana pengembangan budaya baca di sekolah.

 

Menerapkan program budaya baca bukan perkara mudah, oleh karena itu, USAID PRIORITAS menggalang dukungan pengelola sekolah seperti guru, kepala sekolah, pengawas hingga komite sekolah agar dapat terlibat penuh dalam pelatihan manajemen sekolah.

 

Suhardi, Kepala MIN Langon Cilegon yang hadir sebagai peserta mengaku sudah menerapkan program budaya baca setiap pagi di awal pembelajaran.

 

“Di madrasah kami, program budaya baca dimulai setiap pagi selama lima belas menit dari jam tujuh pagi. Setelah mendapatkan hibah buku dari USAID PRIORITAS, saya juga memberlakukan pojok baca di setiap sudut kelas agar siswa dapat terus membaca saat jeda pembelajaran dan istirahat,” kata Suhardi bersemangat menceritakan pengalaman budaya baca (5/9).

 

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Moh. Agus Salim mengapresiasi USAID PRIORITAS yang telah memfasilitasi pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan kemitraan pengawas, kepala sekolah dan komite.

 

Dalam keterangan tertulis yang diterima biem.co, Rabu (9/9/2015), Agus Salim menyebutkan, untuk membuat sebuah perubahan di kelas dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, perlu ada kerja sama yang baik seperti mitra antara pengawas, kepala sekolah, dan komite.

 

"Oleh karena itu, saya berharap bapak-ibu yang hadir di sini dapat mendorong pelaksanaan hasil pelatihan para guru yang sudah dilatih," ujarnya.

 

Ia juga menekankan akan pentingnya budaya baca dapat diterapkan di madrasah.

 

“Saya menyadari kebiasaan budaya baca masih tergolong rendah. Padahal budaya baca adalah salah satu strategi yang baik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Saya mengimbau agar pengelolaan budaya baca dapat diterapkan di madrasah-madrasah kita,” pungkas Agus. [*]

 

Editor :

Related Articles

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *