Teknologi

Zuckerberg Berencana Luncurkan Tombol ‘Dislike’, Ini Tanggapan Pengguna Facebook

 

biem.co – Selasa (15/9) lalu, pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa orang-orang telah lama meminta tombol dislike di situs media sosial itu. Zuckerberg menyampaikan, tombol itu siap diuji coba dan mungkin diluncurkan tergantung hasilnya.

 

Menanggapi hal ini, pengguna Facebook ramai-ramai berkomentar di media sosial hari terkait keputusan uji coba tombol yang disebut oleh Zuckerberg ini. Tenyata tidak semua orang senang dengan ide tombol yang dinamai "dislike button" atau "tombol tidak suka" ini.

 

Dalam sesi tanya jawab hari Selasa lalu, Zuckerberg menjawab pertanyaan terkait berbagai topik mulai dari realita virtual hingga kehamilan istrinya. Tapi sebagian besar pengguna Facebook fokus pada pengumumannya bahwa 1,5 milyar pengguna jaringan sosial tersebut sedang mengembangkan tombol lain selain "like" atau "suka."

 

Para pengguna membanjiri laman Facebook resmi Mark Zuckerberg dengan 3.000 komentar yang sebagian besar tentang pilihan tidak suka. Walaupun sebagian mengatakan akan menggunakan Facebook lebih sering kalau tombol tersebut diluncurkan, tapi banyak juga yang mengatakan tombol tersebut bisa mengarah pada bully di dunia maya dan lebih banyak perasaan negatif di situs tersebut.

 

"Tolong jangan tambah tombol tidak suka," kata seorang pengguna Facebook bernama Andrea Robichaud, dan menambahkan, ia lebih suka mengungkapkan apa yang ia rasakan dengan kata-kata, supaya apa yang ia maksud lebih jelas.

 

Para pengguna telah bertahun-tahun meminta tombol tidak suka, kata Zuckerberg, walaupun tidak harus diberi nama "tidak suka" atau diwakili dengan gambar jempol jari yang mengarah ke bawah. Ia menambahkan perusahaan tersebut bersiap menguji satu versi tombol itu.

 

"Tidak semua momen adalah momen bagus," kata Zuckerberg, seperti yang dilansir biem.co dari voaindonesia.com, Jumat (18/9/2015).

 

Tujuan tombol tersebut, ujarnya, untuk menyatakan empati terhadap postingan yang mungkin topiknya tidak cocok direspon dengan tanda "suka," seperti kriris pengungsi atau kematian orang tercinta.

 

Beberapa pengguna menawarkan usulan alternatif yang mereka anggap bisa mengurangi pelecehan di situs tersebut, seperti menambahkan tombol "simpati" atau memungkinkan pengguna memilih tidak ada tombol "tidak suka" untuk postingan mereka.

 

Sebagian lainnya menanggapi dengan humor. Vince Vogel mengusulkan Facebook menawarkan tombol senyum umum, senyum pribadi, cemberut pribadi, dan cemberut umum daripada tombol suka dan tidak suka.

 

Para pengampat memperkirakan tidak ada keuntungan finansial besar bila perusahaan ini meneruskan rencana mereka, dan saham Facebook naik sedikit pada hari Rabu di sesi perdagangan pertama setelah pengumuman itu, naik 0,5 persen menjadikannya senilai $93.40.

 

"Kalau tombol itu jadi diluncurkan, akan membantu interaksi," kata Stern Agee seorang pengamat Arvind Bhatia, walaupun ia mengatakan dampak pendapatan tidak besar.

 

"Ini kemungkinan jawaban Facebook tentang fitur yang diminta oleh para pengguna,” ujar Stern.


Source: voaindonesia.com

Editor :

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button