KomunitasReview

Di Rumah Baca 0254, Baju Mantan Bisa Jadi Buku Bacaan

 

biem.co — “Dulu saya punya cita–cita, bagaimana caranya harus punya rumah baca,” kata Adi Sudrajat, sosok anak muda kreatif yang berani mewujudkan cita-citanya untuk membentuk sebuah wadah yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitar tempat tinggalnya di Cilegon, Banten.

 

Dari sebuah cita–cita, Adi mengumpulkan teman-temannya hingga terbentuklah Komunitas Bunga Padi.

 

Lewat komunitas yang bergerak di bidang seni, pendidikan, kebudayaan, dan kemanusiaan inilah, akhirnya lahir Rumah Baca 0254. Pada 28 November 2015, Rumah Baca 0254 diresmikan, bertempat di Jalan Maulana Yusuf, Lingkungan Tegal Cabe, RT 05/02, Kelurahan Citangkil, Kota Cilegon.

 

Dekat dengan anak-anak, Rumah Baca 0245 emang tempat yang paling pas buat mencari calon pendamping. (dok. pribadi)

 

Muda dan peduli! Menantu idaman, nih! (dok. pribadi)

 

Keinginan memberantas buta aksara

 

Taman baca adalah salah satu program yang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Banten sebagai salah satu solusi mengatasi angka buta aksara. Gubernur Banten Rano Karno, mengatakan, jumlah buta huruf di Banten masih mencapai 51 juta jiwa. Data ini disampaikannya dalam salah satu acara diskusi satra bersama komuitas seniman di Kota Serang (3/03/2016) lalu.

 

Adi yang merupakan founder situs ilovecilegon.com dan Rumah Baca 0254 adalah salah satu pemuda yang sadar akan fakta ini.

 

Yang patut diapreasisi, ia tak mau menunggu pemerintah dalam mewujudkan mimpinya. Bersama para sahabatnya di Komunitas Bunga Padi, cita-cita itu dia wujudkan.

 

Baju mantan jadi buku bacaan

 

Hampir satu semester Rumah Baca 0254 beroprasi, bukan bearti tanpa kendala.

 

“Kadang–kadang muridnya ada, pengajarnya sedang berhalangan hadir. Giliran pengajarnya ada, siswanya sudah telanjur kecewa, dan enggak datang,” cerita Adi.  

 

Pada Minggu (10/04/2016) lalu, Rumah Baca 0254 menggelar acara Ngedoodle dan Jual Baju Mantan.

 

Acara ini adalah salah satu cara untuk menarik minat masyarakat ke Rumah Baca 0245.

 

Dalam kegiatan ini, Rumah Baca 0245 tidak sendirian, turut juga bersinergi komunitas Rumah Buku Cilegon dan Hibah Buku.

 

“Konten yang dibawakan antara lain pelatihan menggambar doodle, penjualan baju mantan, dan aksi sosial cek tensi darah,” tutur Adi.

 

Dimulai dengan ngedoodle pada pukul 08.30 yang dihadiri Swarini sebagai tutor pelatihan menggambar doodle, kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dilingkungan Rumah Baca 0254.

 

Anak-anak yang hadir dibagi menjadi tiga kelompok. Lalu masing-masing menggambar doodle pada sebidang kertas A3.

 

“Melalui gambar doodle ini, diharapkan anak-anak akan terlatih berpikir bebas dan kreatif, dan memvisualisasikan pada bidang gambar,” ujar Adi.

 

Selepas zuhur, acara dilanjutkan dengan penjualan baju mantan.

 

“Baju mantan adalah baju bekas layak pakai yang dikumpulkan lalu dijual kembali dengan harga yang sangat miring. Baju, kemeja, dress, kerudung, dan pakaian layak pakai lainnya ratarata dijual dengan harga di bawah 10 ribu rupiah saja,” kata Adi.

 

Hasil penjualan baju mantan digunakan untuk kegiatan di Rumah baca 0245, seperti hibah buku, piknik buku, dan kegiatan literasi lainnya, sebagai upaya mandiri dalam menggalakkan program membaca untuk mengurangi angka buta huruf.

 

Rumah Baca 0254 juga membuka kesempatan bagi para pemuda di Cilegon dan Serang untuk bergabung dengan mendaftar menjadi volunteer.


Dilaporkan oleh Imam B. Carito, pegiat komunitas Rumah Buku Cilegon (RBC), suka membaca apa pun, mendaki, dan jalan-jalan. Sedang belajar menulis. Publikasinya dapat dilihat di www.chartesite.wordpress.com, dapat dihubungi di @imam_chart.

Editor :

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *