KabarTerkini

Peluncuran Buku ‘Jalan Pulang’ sang Maria Hartiningsih

JAKARTA, biem.co — Maria Hartiningsih selaku mantan jurnalis senior Harian Pagi Kompas, sore tadi resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul “Jalan Pulang”. Jurnalis peraih Yap Thiam Human Rights Award 2003 ini menceritakan tentang serangkaian perjalanannya antara 2013-2014 di Camino, Santiago, Lourdes, Plum Village, Oran dan Mostaganem, dalam perjalanan itulah titik kulminasi tentang hakikat pencarian dan kerinduan Jalan Pulang. Sebagai pembuka acara peluncuran buku tersebut yaitu dengan penyerahan simbolik berupa mock up buku “Jalan Pulang”.

Terlihat di Bentara Budaya Jakarta, pukul 16.00 banyak kerabatnya yang menghadiri peluncuran buku tersebut. Dalam daftar registrasi, tercatat sekitar 116 lebih tamu yang hadir. Di peluncuran buku tersebut, juga menghadiri musisi Indonesia yaitu Jubing Kristianto, beliau memainkan alunan gitar dengan apik untuk memperhangat nuansa bincang buku Jalan Pulang itu.

Banyak yang sangat mengapresiasikan novel fiksi itu, di dalamnya tidak hanya menceritakan sebuah perjalanannya, namun bagaimana Maria mengingat pesan-pesan ibunya dan peristiwa-peristiwa tentang masa pada tahun 1965 dan 1998.

Marissa selaku teman perjalanan Maria berkata bahwa ia sangat bangga karena telah menulis perjalanan yang bisa dibilang sangat mission imposible, “saya sangat berterimakasih sama mbak Maria karena pada saat perjalanan itu banyak permasalahan yang saya lalui dan saya berterimakasih sama mbak Maria karena tidak menuliskannya di buku itu hehehe,” pungkas Marissa.

Ine juga salah satu kerabat Maria memberikan sebuah bincangan mengenai novel tersebut, bahwa membaca novel tersebut harus dalam keheningan dan sampai selesai, “selamat untuk mbak Maria dan bukunya, saya baru saja membeli buku ini beberapa hari lalu. Tanpa mbak Maria sadari, mbak Maria sangat berpengaruh untuk diri saya,” ujar Ine juga.

Banyak kerabat memberikan bincangan hangat mengenai novel “Jalan Pulang” tersebut, dan beberapa kali juga diselingi performa dari Nana selaku MC yang berduet dengan Jubing Kristianto. Maria sendiri sangat berterimakasih kepada para kerabat yang sudah datang, serta tamu dan media lainnya.

“Saya disini mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa, berkembang jadi diri saya sendiri. Dulu saya adalah wartawan yang sangat egois pada zaman saya dulu, tapi sekarang saya sudah menemukan teman-teman yang membantu saya,” ujar Maria.

Dalam penutup perbincangan buku, diisi oleh bincangan dari Bapak Kardi, ia mengatakan bahwa  suatu kedamaian datangnya dari hati, “saya pikir inilah jalan pulang, dan jalan pulang bagi saya adalah sebuah mission imposible,” pungkasnya.

Acara ini diakhiri dengan book signing dan coffee break, banyak yang antusias mengantri untuk mendapakan tanda tangan khusus dari Maria, sebagian menunggu giliran dengan menikmati coffee break yang sudah dihidangkan. [uti]

Editor : Andri Firmansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *