Irvan HqKolom

Catatan Irvan Hq: Mentimun yang Bukan Mentimun

biem.co Kalau sudah datang bulan puasa, mentimun suri adalah minuman wajib saya dalam berbuka. Di bulan yang penuh berkah ini mentimun suri sangat mudah di dapat, harganya pun cukup terjangkau. Dagingnya yang lembut memudahkan pengolahan mentimun suri menjadi minuman pelepas dahaga, hanya dengan menambahkan sirup dan es batu mentimun suri pun sudah siap dinikmati bersama makanan pembuka lainnya.

Dari berbagai sumber yang saya baca di laman yang terkait, saya baru tahu kalau mentimun suri sebenarnya bukanlah mentimun, hanya saja memang buahnya yang berbentuk lonjong memanjang ini menyerupai mentimun. Mentimun suri juga bukanlah buah musiman karena dapat ditanam kapan saja, tetapi buah ini memang lebih banyak diminati pada saat bulan Ramadhan. Dalam bahasa latinnya mentimun suri yang termasuk dalam suku labu-labuan ini memiliki nama yang cukup keren yaitu Curcumis Lativusity. Warna kulitnya kuning dan halus, teksturnya lembut dan kalau sudah matang aromanya yang harum dapat membangkitkan selera untuk berbuka puasa.

Ternyata kandungan terbanyak dalam mentimun suri ini adalah Kalium, yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesegaran tubuh. Selain itu mentimun suri juga mengandung mineral, provitamin A, air, kalsium, fosfor, vitamin C dan serat. Luar biasanya sifat serat di dalam mentimun suri ini mampu mengikat zat-zat karsinogen sehingga dapat mencegah timbulnya kanker pada saluran pencernaan. Mentimun suri  juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah rusaknya sel tubuh penyebab penuaan dini.

Vitamin C sebagai anti virus dan pencegah infeksi yang ada di dalam mentimun suri juga termasuk tinggi, keberadaan vitamin C inilah yang dapat mencegah timbulnya gangguan penyakit flu. Belum lagi mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi juga banyak terdapat di dalam mentimun suri. Tak hanya itu, kandungan zat gizi dan nilai gizi yang terkandung di dalam buah mentimun suri bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal dan limpa, serta menurunkan tekanan darah.

Bagi para petani, Ramadhan juga identik dengan mentimun suri lantaran permintaan buah ini sangat tinggi, selain mudah dan cocok dikembangkan, usia tanamnya kurang dari dua bulan dan harganya pun cukup stabil dipasaran sampai lebaran sehingga menguntungkan petani karena modal cepat kembali. Siapa sangka ya, dibalik dagingnya yang lembut, budidaya mentimun suri ini bisa membantu penghasilan petani.

Bicara daging mentimun suri yang lembut sepertinya kebanyakan manusia di muka bumi ini menyukai kelembutan, lihat saja orang yang memiliki sikap lemah lembut cenderung akan disukai banyak orang. Agama Islam bahkan sangat menganjurkan pemeluknya untuk memiliki sikap ini, tidak hanya dalam pergaulan sehari-hari tetapi juga ketika berdakwah. Allah SWT memberikan sifat lemah lembut dan penyayang kepada Nabi Muhammad saw (QS. Ali Imran: 159), Allah juga memerintahkan kepada dua orang Nabi dan Rasul yang mulia, Musa dan Harun agar mereka mendakwahi Fir’aun dengan lemah lembut (QS. Thaha: 43-44). Rasulullah saw sendiri pernah bersabda, “Barang siapa yang terhalangi dari bersikap lemah lembut, maka dia telah terhalang dari seluruh bentuk kebaikan.”

Sahabat, sikap lemah lembut ternyata mampu mendapatkan sejuta manfaat, sebab kebaikan itu dibangun diatas kelemah-lembutan. Kelembutan adalah penolong yang tidak pernah menolak jika dimintakan kebutuhannya. Kelembutan mampu mengambil manfaat namun tidak merusaknya. Seperti Lebah yang menghisap sari bunga dengan sangat lemah lembut sampai-sampai bunga tidak merasakannya, seperti petani lebah yang mengambil madu dengan sikap yang lemah lembut. Bahkan para ulama salaf menyebutkan bahwa ciri-ciri kedalaman pemahaman seseorang terhadap agamanya adalah sikapnya yang lemah lembut ketika masuk ke dalam rumah, ketika mengenakan baju, melepaskan sepatu, mengendarai kendaraan dan juga dalam bertutur kata dan bersikap. Tidaklah kelembutan itu ada dalam sesuatu kecuali dia akan menghiasinya, seperti kelembutan daging mentimun suri yang menghiasi hidangan pembuka saya selama bulan Ramadhan. Hmmm… segaarrrr!


Irvan Hqadalah CEO biem.co dan Ketua Umum Banten Muda Community. Di sela waktu padatnya bekerja di sebuah perusahaan, Irvan menyempatkan diri membuat tulisan ringan sebagai catatan dari berbagai persoalan sosial kehidupan yang terjadi di sekelilingnya.

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *