PeluangTerkini

Mari Tinggalkan Jejak Intelektual Melalui Pembukuan dalam Festival Literasi Tangsel

TANGERANG SELATAN, biem.co  Untuk menggali potensial masyarakat Tangerang dan Tangerang Selatan dalam bidang literasi, Roeang Kata bekerjasama dengan Tangsel Creative Foundation menciptakan manusia yang kritis lewat karyanya akan lingkungan sekitar melalui program Festival Literasi Tangsel.

Roeang Kata kembali mengumpulkan anak-anak muda untuk mengangkat potensi dengan cara berkarya memalui literasi, kegiatan yang baru pertama kali dilakukan ini akan mempersembahkan beberapa acara seperti; pembuatan buku antologi, workshop menyublim puisi, musik, dan seni rupa menjadikan sebuah karya kolaborasi. Para undangan workshop diantaranya adalah penyair, musisi, dan perupa yang telah disepakati oleh tim panitia.

Walau tingkat literasi di Indonesia nomor dua terbawah, Roeang Kata tetap berharap dapat menumbuhkan daya cipta untuk berkarya terhadap anak muda melalui festival yang akan diselenggarakan pada 4 November mendatang.

Beni Satria selaku Project Officer, sangat berharap kegiatan yang membangun edukasi terhadap literasi lebih diperhatikan oleh pemerintah setempat, “semoga dengan adanya festival ini mampu menumbuhkan semangat menulis serta melakukan pencatatan gerak kota sebagai jalur alternatif untuk meninggalkan jejak intelektual melalui pembukuan, dan berharap pemerintah lebih memperhatikan kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Melalui festival ini, Roeang Kata memanggil semua penulis di Indonesia untuk ikut serta dalam pembuatan Buku Antologi, dan membuka kesempatan untuk para pelajar atau mahasiswa yang ingin belajar mengelola kegiatan serta minat pada literasi bisa menjadi volunteer dalam acara tersebut.

Pembuatan Buku Antologi yang mengambil tema “Situ, Kota & Paradoks” ini memiliki konteks dalam melihat Situ sebagai spirit atau bagian integral dari kehidupan masyarakat Tangerang Selatan. Untuk yang ingin ikut serta dalam pembuatan Buku Antologi, adapun persyaratannya ialah:

1. Penulis berusia tidak lebih dari 40 tahun;

2. Mengirimkan tulisan berupa puisi/esai/hikayat/gambar (masing-masing maks 4 lembar A4);

3. Tulisan merupakan karya asli penulis yang belum pernah dipublikasikan di media manapun;

4. Tulisan merupakan interpetasi atas nama “Situ, Kota & Paradoks”;

5. Mengirimkan profil singkat penulis;

6. Karya akan dikurasi oleh Kurator;

7. Karya yang lolos kurasi akan diterbitkan dalam bentuk Buku Antologi;

8. Penulis akan menerima satu paket bingkisan dan Buku Antologi pada malam pementasan Festival Literasi Tangsel tanggal 4 November 2017;

9. Hak cipta tulisan ada pada penulis, penggunaan tulisan dalam Festival Literasi Tangsel hanya dipergunakan untuk menerbitkan buku ini;

10. Karya dikirim melalui email: [email protected] dengan format pengiriman: (FLT) Open Call_nama lengkap;

11. Batas akhir pengumpulan karya 13 Oktober 2017

Adapun yang ingin mendaftar menjadi volunteer, berikut persyaratannya:

1. Pelajar/Mahasiswa;

2. Berdomisili di Tangerang Selatan;

3. Mengirimkan CV, data diri, dan foto diri;

4. Volunteer akan mendapatkan kesempatan langsung bertemu, berinteraksi, dengan sastrawan, mendapatkan sertifikat, dan uang transport sebesar Rp 50.000/pertemuan;

5. File dikirimkan dengan format: (FLT)_Volunteer_Nama Lengkap, dikirim ke email: [email protected];

Untuk informasi lebih lanjut, bisa langsung menghubungi narahubung berikut: Sartika Dian (Program Manager) Beni Satria (Project Officer) [uti]


Berita Terkait :

Indra Martha Rusmana: Mengintegrasi Kebahagiaan dengan Hidup Konsisten
Cerpen Ilyas Ibrahim Husain: Hikayat Cumlaude dan Ember Bocor
Sajak-sajak Muhammad Azka
Ayo Berbagi Inspirasi Lewat Karya Fotografimu, Sekarang!

Editor : Andri Firmansyah
Tags

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button