KabarKomunitas

Penerimaan Anggota LDK AT-TAUHID, Zainul Marwani; “Umat Muslim Harus Kembali Pada Ajarannya”

LEBAK, biem.co – Lembaga Dakwah Kampus At-Tauhid La Tansa Mashiro gelar kegiatan Penerimaan Anggota (PERMATA), sabtu, (9/12) bertempat di Kampus La Tansa Mashiro Lebak.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut (9-10/12) mengusung tema, “Rekonsiliasi Kader Dakwah Yang Militan Dalam Mempererat Ukhuwah Islamiyah.”

Dalam sambutannya, Haetami, selaku ketua panitia menyampaikan rasa terimakasih dan bangga. Serta menyampaikan pendapatnya  bahwa kelemahan lembaga dakwah kampus saat ini adalah hilangnya militansi dalam ukuwah islamiyahnya.

“Terimakasih saya sampaikan kepada para peserta yang hadir. Sebuah kebanggan bagi kami panitia dapat menyelenggarakan kegiatan PERMATA ini. Tema ini sengaja dibuat, mengingat bahwa permasalahan dakwah kampus adalah lemahnya kaderisasi dakwah yang militan berimbas pada tidak efektifnya peranan lembaga dakwah di setiap kampus.” pungkas Haetami.

Dalam sesi kajian, panitia menghadirkan salah satu pembicara, Dosen dan Praktisi Dakwah La Tansa Mashiro, Zainul Marwani.

Zainul berpendapat bahwa problematika umat masa kini adalah bahwa kaum muslimin semakin jauh dari ajaran agamanya.

Menurut Zainul, “Sejarah telah menuliskan dengan tinta emas bahwa kaum muslimin terbukti mampu menyuguhkan kemajuan yang sangat tinggi ke tengah-tengah peradaban umat manusia, di saat dunia kristen masih memaksakan dogmanya agar Galileo menarik teori heliosentris-nya, ilmuan muslim sudah memastikan bahwa bumi-lah yg mengitari matahari, dan Al-Idris sudah menemukan globe.”

“Realita saat ini memutus rantai kesadaran kita bahwa sejarah kegemilangan tersebut memang benar-benar terjadi, dan bahwa ‘Din Islam’ ini memang benar-benar membuktikan dirinya sebagai agama kemajuan dan peradaban.” Tambah Zainul.

Mengutif ungkapan Syakieb Arsalan dalam bukunya لماذا تأخر المسلمون وتقدم الاخرون (knp umat muslim mundur dan umat lain maju). Menurut Zainul, penyebab kemunduran itu adalah bahwa umat muslim jauh dari ajaran agamanya.

Pemaparan oleh pemateri

Dikusi yang diikuti oleh sekitar 20 peserta ini berjalan dengan kondusif dan antusias. Berbagai persoalan terkait tema, bergantian diajukan oleh peserta diskusi.

Di akhir paparannya, Zainul menyampaikan, “selain Syakieb Arsalan, Muslim memiliki pemikir unggul, Muhammad Naquib Al-Attas, yang menulis buku ‘Islam and Sekularisme.'”

Menurutnya, “Muhammad Naquib menyimpulkan bahwa kaum muslimin harus kembali dengan benar-benar kepada agamanya lewat konsep yang beliau namakan dengan ‘Ta’dib’, artinya bahwa pendidikan yang dilakukan oleh umat adalah pendidikan yang berdasarkan pada visi bahwa peserta didik harus menjadi manusia yg beradab.

“Adab yg tidak sebatas terjemahan generik ‘sopan santun’, akan tetapi adab yang sangat erat dengan makna adil dan hikmah. Dengan makna tersebut kaum muslimin akan menjadi umat terdidik sehingga mampu menempatkan segala sesuatu pada tempatnya menurut sistem yg telah diturunkan oleh Allah (din islam), yaitu adab hamba kepada Allah SWT, adab kepada sesama manusia, dan adab manusia terhadab alam (sebagai pengelola alam)”, tutup Zainul. (red)

Editor : Kiriman Pembaca

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar