KabarTerkini

Busyro Muqoddas: Pentingnya Kritik Berbasis Riset dalam Perumusan Kebijakan Publik

biem.co – Kegiatan akademik di perguruan tinggi saat ini mengalami dinamika yang sangat cepat. Hal tersebut dapat dilihat dari munculnya asosiasi dan forum akademik dibidang keilmuan masing-masing. Salah satunya adalah keberadaan Forum Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia (Fordek FISIP PTM se-Indonesia). Pertemuan  Fordek FISIP PTM se-Indonesia diselenggarakan di FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tanggal 19-20 Desember 2017, dengan dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof. Dr. Syaiful Bahri, S.H., M.H. Seperti yang disampaikan oleh Rektor UMJ pada pembukaan acara tersebut, UMJ diharapkan menjadi Perguruan Tinggi Muhammadiyah level internasional melalui kerjasama riset. Hasil riset yang dihasilkan dapat di-publish sebagai strategi untuk mem-branding Universitas.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Prof. Sudarnoto mengapresiasi akan lahirnya forum Dekan FISIP PTM ini dan memberikan pandangan tentang posisi penting Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebagai teropong dan analisis yang mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum-HAM dan LHKP yang juga mantan Ketua KPK, Dr. HM. Busyro Muqoddas, yang memberikan arahan agar perguruan tinggi Muhammadiyah harus dapat mengambil peran dalam proses pembangunan dengan tetap kritis atas semua permasalahan yang dihadapi bangsa. PTM dapat mengambil inisiatif sendiri dari bawah yang kemudian di follow up bersama-sama dengan melakukan pengembangan bidang ilmu sosial melalui tradisi riset dengan wajah kemanusiaaan. Lebih lanjut disampaikan oleh Busyro Muqoddas bahwa PTM tidak boleh terjebak pada kegiatan administrasi yang monoton, tetapi harus peduli dengan kondisi masyarakat dan negaranya. Oleh karenanya tantangan ke depan adalah bagaimana menjadikan Muhammadiyah dengan pilar perguruan tinggi dapat melakukan kritik berbasis riset.

Menanggapi himbauan tersebut, Ketua Fordek FISIP PTM, Dr. Endang Sulastri, M.Si (Dekan FISIP-UMJ) menyatakan akan segera menindaklanjuti dengan beberapa program yang telah dirancang oleh masing-masing devisi, yaitu devisi riset dan publikasi, devisi kerjasama dan pengembangan program, serta devisi politik dan kebijakan publik.  Fordek FISIP PTM se-Indonesia telah berkomitmen untuk mengembangkan riset dan kajian ilmu sosial dan ilmu politik untuk dapat dijadikan pertimbangan dan pijakan dalam merumuskan kebijakan publik. Program jangka pendek yang pertama dan sudah disepakati adalah riset bersama antara anggota forum terkait Pilkada Serentak untuk melihat permasalahan di masing-masing daerah dan menemukan alternatif solusi sebagai bahan masukan bagi KPU, Bawaslu, pemerintah, maupun lembaga legislatif.

Adapun kepengurusan untuk periode 2017-2019 adalah Ketua Dekan FISIP UMJ, Endang Sulastri, Wakil Ketua Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Yogjakarta, Dr. Titin Purwaningsih, Sekretaris Jupendri, M.Si dan Devisi-devisi dipimpin oleh Devisi Riset Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Malang, Devisi Kerjasama dan Pengembangan Organisasi Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. Tasrif serta Devisi Politik dan Kebijakan Publik dari FISIP Universitas Muhammadiyah Sorong, Dr. Ridho, dan Bendahara Dr. Emmy Kholifah dari Universitas Muhammadiyah Jember. (red)

Editor :

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button