KabarTerkini

Pendiri Whatsapp Sarankan Pengguna Hapus Facebook

biem.co — Menyinggung isu skandal Facebook, pendiri WhatsApp, Brian Acton menyatakan bahwa sudah waktunya bagi pengguna untuk meninggalkan Facebook.

Dilansir dari gsmarena.com, (21/03), perusahaan data mining dan cambridge analytica, yakni konsultan analis data asal Inggris, terungkap telah mencuri lebih dari 50 juta data pribadi pengguna Facebook. Data-data ini dikumpulkan sebagai upaya memenangkan
Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016 silam.

Data tersebut memainkan peran besar dalam mempengaruhi pemilih pada Pemilu AS 2016, untuk mendukung kandidat Donald Trump. Akibat skandal itu, nilai saham Facebook mengalami penurunan besar dalam sepekan.
Banyak pihak dari komunitas teknologi yang telah mengalihkan perhatiannya atas diamnya Facebook dan CEO Mark Zuckerberg. Bahkan, beberapa investor dilaporkan menuntut Facebook atas jatuhnya harga saham.

Melalui akun Twitter-nya Brian Acton menyuarakan bahwa orang-orang (pengguna-red) untuk menghapus akun Facebook. “Hapus dan lupakan, sudah waktunya untuk peduli soal privasi,” tulis Acton.

Di samping itu, Acton yang merupakan pendiri WhatsApp ini dikabarkan akan meninggalkan WhatsApp awal tahun ini. Mengingat WhatsApp telah diakuisisi oleh Facebook senilai US$ 22 miliar, hingga menambah pundi-pundinya dengan kekayaan bersih US$ 5,5 miliar. Acton dikabarkan telah menginvestasikan senilai US$ 50 juta ke layanan saingan WhatsApp, yaitu Signal. (IY)

Editor : Andri Firmansyah

Related Articles

Berikan Komentar