KabarTerkini

Kasus Rofi Penyandang Difabel Asal Lebak Dapat Perhatian Gubernur

biem.co — Rofi Fardan (16) siswa asal SMP Negeri 1 Rangkasbitung, Lebak, Banten, yang diduga ditolak di  beberapa SMK Negeri pada PPDB 2018. Kini ia dapat tersenyum kembali, karena bisa dipastikan diterima di SMKN 2, dan Senin lusa (09/07), akan melakukan pendaftaran ulang.

Gubernur Banten, Wahidin Halim telah memerintahkan kepada Dindik Banten agar lebih memberi perhatian secara khusus kepada Rofi dan anak-anak penyandang difabel lainnya, terutama anak-anak berprestasi.

“Kasus Rofi tidak boleh terulang, hal ini sudah saya pastikan kepada Dindik Banten”, kata Wahidin, dalam rilis yang diterima biem.co, Sabtu (07/07).

Masa depan dan pendidikan anak, imbuhnya, bukan saja tanggungjawab diri pribadi dan orang tuanya, namun mesti disadari ia juga menjadi tanggungjawab masyarakat dan negara.

Rofi sendiri dikenal sebagai siswa berprestasi. Anak dari pasangan Sutisna dan Gita ini kerap menjadi juara kelas dan menjuarai berbagai perlombaan dengan menggunakan kursi roda.

Wahidin berpesan kepada Rofi agar tidak larut dalam prasangka yang sudah lalu bahwa dirinya sempat ditolak karena sebagai penyandang difabel, justru kini Rofi mesti semaki rajin belajar dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi pembatas untuk menjadi yang terbaik.

Lebih lanjut, Wahidin berpesan kepada seluruh lembaga sekolah di Banten, agar ke depan lebih memberikan perhatian khusus kepada anak-anak difabel, karena mereka adalah warga negara sekaligus tunas bangsa yang punya hak untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan bisa berkompetisi di dalamnya.

Wahidin juga berjanji akan mengevaluasi proses pelaksanaan PPDB 2018 yang masih terkendala di beberapa kab/kota, karena faktor SDM dan penguasaan teknologi yang masih gagap di lapangan.

InsyaAllah, ke depan PPDB di Banten akan lebih baik dibandigkan tahun sebelumnya, karena PPDB bukan saja mesti dipahami sebagai proses pelaksanaan penerimaan peserta didik baru. Tetapi juga menjadi bagian dari proses penentuan masa depan anak dan kualitas kehidupan masyarakat di masa mendatang,” tandasnya. (Ikhsan)

Editor : Andri Firmansyah

Related Articles

Berikan Komentar