KabarTerkini

Viral Isu Gempa Lombok Pemicu Megathrust, Ini Penjelasan BMKG

biem.co — Video Inews TV yang memberitakan tayangan wawancara dengan Kabag Humas BMKG mengenai potensi terjadinya gempa Jakarta 8,7 SR menjadi viral baru-baru ini. Video tersebut membuat cemas warganet lantaran banyak diunggah pasca terjadinya gempa di Lombok.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati akhirnya angkat bicara soal isu yang sedang beredar tersebut. Dwikorita pun mengklarifikasi bahwa tayangan tersebut adalah video yang sudah lama diberitakan pada bulan Januari 2018.

“Jadi tidak ada hubungannya dengan peristiwa gempa Lombok 6,4 SR yang terjadi pada tanggal 29 Juli 2018,” ujarnya dalam press release, Kamis (02/08).

Dijelaskan Dwikorita, bahwa gempa Lombok memiliki aktivitas yang berbeda dengan gempa Megathrust.

“Gempa Lombok dibangkitkan oleh patahan aktif, sedangkan gempa Megathrust dibangkitkan oleh aktivitas tumbukan lempeng di zona subduksi,” terangnya.

Oleh karenanya, lanjut Dwikorita, peristiwa gempa Lombok tidak akan memicu aktifnya gempa Megathrust Selatan Jawa – Selat Sunda karena memiliki sumber gempa yang berbeda dengan jarak yang cukup jauh.

“Potensi gempa kuat di zona Megathrust Selatan Jawa Barat – Selat Sunda, seperti halnya zona Megathrust Mentawai adalah hasil kajian yang siapapun tidak tau kapan terjadinya,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing berita bohong (hoax) serta isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan isu gempa bumi berasal dari lembaga resmi pemerintah, dalam hal ini BMKG yang dapat diperoleh melalui website BMKG (www.bmkg.id), mobile apps (Info BMKG), dan media sosial resmi BMKG,” tutupnya. (HH)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar