Kesehatan

Penting! Ini 8 Hal Penyebab Stroke, Beberapa Dapat Kita Kendalikan

biem.co – Kita semua tahu, Kebiasaan (gaya) hidup tertentu dapat meningkatkan risiko kita mengalami stroke atau dalam isitilah lain disebut “serangan iskemik transien” (TIA). Kebiasaan-kebiasaan ini dikenal sebagai faktor risiko.

Semakin banyak faktor risiko yang kita miliki, semakin besar kemungkinan kita mengalami stroke. Meski dalam beberapa hal faktor risiko itu dapat dikendalikan, seperti; tekanan darah tinggi dan merokok. Faktor risiko lain, seperti usia dan jenis kelamin, tentu saja tidak dapat kita kontrol.

Berikut faktor risiko utama yang dapat menyebabkan stroke:

Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama untuk stroke. Tekanan darah dianggap tinggi jika tetap pada atau di atas 140/90 milimeter merkuri (mmHg) dari waktu ke waktu.

Jika Anda menderita diabetes atau penyakit ginjal kronis, tekanan darah tinggi didefinisikan sebagai 130/80 mmHg atau lebih tinggi.

Diabetes. Diabetes adalah penyakit di mana kadar gula darah tinggi karena tubuh tidak membuat insulin yang cukup atau tidak menggunakan insulinnya dengan benar. Insulin adalah hormon yang membantu memindahkan gula darah ke sel-sel di mana ia digunakan untuk energi.

Penyakit jantung. Penyakit jantung koroner, kardiomiopati, gagal jantung, dan fibrilasi atrium dapat menyebabkan pembekuan darah yang dapat menyebabkan stroke.

Merokok. Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Merokok juga dapat mengurangi jumlah oksigen yang mencapai jaringan tubuh Anda. Paparan terhadap perokok pasif juga dapat merusak pembuluh darah.

Umur dan jenis kelamin. Risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Pada usia yang lebih muda, pria lebih mungkin terserang daripada wanita. Namun, wanita lebih cenderung meninggal karena stroke. Wanita yang mengonsumsi pil KB juga berisiko lebih tinggi terkena stroke.

Ras dan etnis. Stroke lebih sering terjadi pada orang Afrika Amerika, Alaska Native, dan Indian Amerika dewasa daripada orang dewasa kulit putih, Hispanik, atau Asia Amerika.

Riwayat pribadi atau keluarga. Jika kita mengalami stroke, maka anak-anak kita berisiko lebih tinggi mengalaminya.

Aneurisma otak atau malformasi arteriovenosa (AVM). Aneurisma adalah tonjolan seperti balon di arteri yang dapat meregang dan meledak. AVM adalah kekusutan arteri dan vena yang rusak serta dapat pecah di dalam otak. AVM mungkin hadir saat lahir, tetapi sering tidak didiagnosis sampai mereka pecah.

Faktor risiko lain untuk stroke sangat banyak, namun ada beberapa hal yang bisa kita kontrol untuk mencegahnya, diantaranya:

  1. Alkohol dan penggunaan narkoba secara ilegal, termasuk kokain, amfetamin, dan obat-obatan lainnya;
  2. Kondisi medis tertentu, seperti penyakit vaskulitis (radang pembuluh darah), dan gangguan pendarahan;
  3. Kurangnya aktivitas fisik;
  4. Kegemukan dan obesitas;
  5. Stres dan depresi:
  6. Tingkat kolesterol tidak sehat
  7. Diet tidak sehat;
  8. Penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, terutama pada pasien yang pernah mengalami serangan jantung atau operasi bypass jantung.

Mengikuti gaya hidup sehat pada jantung dapat menurunkan risiko stroke.

Beberapa orang juga mungkin perlu minum obat untuk menurunkan risikonya. Kadang-kadang stroke dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki faktor risiko yang diketahui. (JE)

Tetap jaga kesehatan ya Sobat biem ^_^

Editor : Jalaludin Ega

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar