KabarTerkini

Keluarnya AS dan Israel dari UNESCO Tidak Memberi Dampak Besar dalam Keuangan

biem.co – Setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan keluar dari Dewan HAM PBB pada Juni 2018 lalu, kini Amerika pun resmi memutuskan keluar juga dari Badan PBB untuk urusan pendidikan, sains, dan kebudayaan atau UNESCO sejak awal tahun ini.

Seperti dilansir dari VOA Indonesia, Pemerintah Donald Trump memang telah menyampaikan pemberitahuan mundurnya Amerika dari UNESCO sejak Oktober 2018 lalu. Tak lama kemudian Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan hal yang sama.

Padahal, diketahui bahwa UNESCO telah didirikan bersama Amerika setelah Perang Dunia II untuk mendorong perdamaian. UNESCO dikecam para kritikus sebagai wadah yang bias anti-Israel karena mengecam pendudukan Israel terhadap Yerusalem Timur. Badan yang berkantor di Paris itu juga menyatakan situs-situs kuno Yahudi sebagai situs warisan Palestina, dan memberikan keanggotaan penuh kepada Palestina tahun 2011.

Dalam hal keuangan, mundurnya Amerika dan Israel dari UNESCO tidak memberi dampak besar karena badan itu telah menghadapi pemangkasan anggaran besar-besaran sejak tahun 2011 ketika Amerika dan Israel sama-sama berhenti membayar iuran setelah Palestina dinyatakan sebagai anggota penuh badan itu.

Sejak saat itu Amerika, yang sebelumnya menyumbangkan sekitar 22% dari total anggaran UNESCO, telah menunggak iuran 600 ribu dolar yang sedianya dibayar pada UNESCO. Ini juga menjadi salah satu alasan keputusan Presiden Trump untuk menarik Amerika dari UNESCO. Sementara Israel kini berhutang sekitar tiga juta dolar.

Para pejabat mengatakan banyak hal yang disebut Amerika sebagai alasan mundur dari UNESCO sebenarnya tidak berlaku lagi. Keberadaan 12 teks tentang Timur Tengah yang diloloskan UNESCO misalnya, merupakan hasil kesepakatan antara Israel dan negara-negara Arab yang menjadi anggota.

Beberapa tahun terakhir ini Israel marah terhadap beberapa resolusi yang mengesampingkan dan menghilangkan hubungan sejarah negara itu dengan Tanah Suci, dan pengakuan resmi atas situs-situs Yahudi sebagai situs warisan Palestina.

Diketahui bahwa Amerika pernah mundur dari UNESCO sebelumnya, yaitu pada masa pemerintahan Ronald Reagan tahun 1984 karena menilai UNESCO telah salah dikelola, korup, dan digunakan untuk memajukan kepentingan Uni Soviet. Amerika bergabung kembali dengan UNESCO pada tahun 2003. Kini, bisa saja Amerika dapat kembali masuk menjadi anggota UNESCO dalam pertemuan dewan eksekutif April nanti. [uti]

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button