Sosok

Tafthorik, Si Produser Cilik Berbakat dari Cilegon

CILEGON, biem.co – Usia baru 11 tahun. Namun Tafthorik menjadi salah satu DJ dan produser musik cilik yang patut dibanggakan.

Meski baru merambah dunia musik elektronik dalam dua tahun terakhir, bocah asal Cilegon yang kerap dipanggil Tafta ini telah memiliki banyak pengalaman dalam bermusik.

Baru-baru ini, ia diundang sebagai salah satu pengisi acara di Banten Music Festival, event musik terbesar di Banten. Pemilik nama asli Taftakhira Athorik Firmansyah ini berhasil memukau ratusan penonton yang hadir di sana.

“Aku awalnya agak takut, tapi pas lagu pertama, aku langsung berpikir untuk relaks,” cerita Tafta kepada biem.co saat ditemui usai manggung.

tafthorik
Tafthorik saat mengisi acara Banten Music Festival. (Foto: Andika Prasetiyo/biem.co).

Tafta mengaku kalau dirinya belajar membuat musik secara otodidak. Dia mempelajari segala sesuatunya lewat video-video YouTube.

“Ayah juga beliin alat DJ sama softwarenya. Awalnya berpikir, kok aku nggak bisa-bisa. Tapi terus coba latihan, setelah bisa langsung ngerasa seneng. Habis itu aku langsung berpikir mau jadi produser dan DJ,” ungkapnya.

Siswa kelas 6 di SD Mutiara Bunda Cilegon ini juga sempat mengikuti salah satu kompetisi musik internasional yang digelar secara online. Dari 200 peserta, Tafta berhasil meraih peringkat 40 sedunia.

Sejak aktif membuat membuat musik dan menjadi DJ, Tafta seringkali mendapat tawaran manggung sana-sini. Hal itu sempat menjadi sedikit kendala baginya lantaran harus membagi waktu dengan sekolah.

“Pas itu pernah aku manggung dan lagi mau ujian. Ngatasinnya, musik yang bakal dibawain harus udah disiapin sebelum ujian. Udah harus bener-bener yakin kalau nanti performnya bakal kayak gini, latihan di rumah. Kalau udah yakin bisa, abis itu baru belajar,” ujar Tafta.

Bagi Sobat biem yang ingin belajar menjadi produser musik, Tafta pun berpesan untuk terus berlatih dan sabar.

“Kalau baru belajar DJ, jangan langsung bilang, ‘aku ini DJ terkenal’, tapi harus sabar dulu. Pastikan juga punya perangkat-perangkatnya. Atau kalau yang mau belajar, bisa minjem sama teman yang punya,” tuturnya.

“Yang pengen jadi produser, jangan ngikutin style orang lain. Kalau bisa punya style sendiri. Jadilah orang terunik sebagai produser,” tambah Tafta.

Kemahirannya dalam meramu musik elektronik pun membuat penggemar berat Martin Garrix ini dikontrak oleh dua ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia sekaligus.

Ia bakal menunjukkan aksi panggungnya di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) yang diselenggarakan April mendatang.

Tak hanya IIMS, Tafta juga akan menjadi pengisi acara di Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) yang digelar pada Juli 2019.

“Pengen bisa main di UMF, Ultra Music Festival. Sama satu lagi yang aku pengen, kolaborasi sama Kirby,” harapnya. (hh)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar